Mitos dan Fakta Sebenarnya Tentang Mengonsumsi Susu Sapi

Kalteng Today – Lifestyle, – Selama beberapa tahun terakhir, informasi mengenai susu dan manfaatnya telah menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Banyak orang mempertanyakan validitas nutrisinya serta faktor kegemukan yang diakibatkan oleh susu.

Padahal, susu memiliki kualitas tinggi dan sangat berguna bagi tubuh, tidak hanya untuk anak-anak saja, namun juga orang dewasa. Karena susu mengandung tiga nutrisi penting yang membentuk makanan seimbang, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat bersama dengan nutrisi mikro, seperti kalsium, vitamin B, kalium, dan magnesium.

Untuk mengetahui  informasi yang benar akan banyaknya isu yang beredar, berikut penjelasan dari mitos dan faktanya:

  1. Susu adalah sumber kalsium terbaik.

(kemungkinan) Fakta.

Memang benar, susu adalah sumber kalsium, meski bukanlah yang terbaik. Karena dua sendok makan dari biji chia memiliki kalsium enam kali lebih banyak daripada susu. Sehingga dapat dipastikan bahwa biji chia adalah sumber kalsium yang terbaik.

  1. Susu jika direbus dapat mengurangi nutrisinya.

Mitos.

Susu mentah yang diperoleh langsung dari peternakan sapi perah tentu harus direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan bakteri jahat di dalamnya. Sedangkan, merebus susu yang ada dalam kemasan, baik yang sudah di pasteurisasi mau pun tidak, tidaklah memengaruhi kualitas nutrisi pada kandungan susunya. Maka, dapat disimpulkan bahwa tak mengapa merebus susu berulang kali, karena tidak menimbulkan efek berbahaya.

  1. Susu lebih baik di minum di pagi hari.

Mitos (bagi sebagian orang dengan kasus tertentu).

Meski pun susu sangat bagus di minum di pagi hari, namun meminumnya di saat perut kosong mungkin dapat menjadi masalah, terutama bagi Anda yang menderita masalah pencernaan dan lambung yang buruk. Mereka yang rentan terhadap penyakit batuk dan flu juga sebaiknya tidak meminum susu di pagi hari.

  1. Minumlah dua gelas susu setiap hari agar sehat.

Mitos.

Produk susu merupakan salah satu dari bagian penting akan diet seimbang. Susu dapat ditambahkan pada produk apa pun seperti keju dan yoghurt. Oleh karena itu, susu menjadi pilihan makanan, bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan gizi saja. Susu berperan untuk memenuhi kebutuhan akan kalsium dan protein harian. Susu adalah cara termudah untuk mendapatkan semua nutrisi, namun bukan berarti kita harus bergantung pada susu saja untuk dapat sehat.

Photo by Carissa Gan on Unsplash
  1. Minum susu menyebabkan perut kembung.

Fakta (bagi sebagian orang dengan kasus tertentu).

Bagi orang yang tidak dapat mentolerir laktosa, minum susu dapat menyebabkan perut mereka terasa kembung. Namun pada umumnya, susu tidaklah menyebabkan perut kembung atau pun bergas. Meski begitu, jika meminum susu dengan dibarengi mengonsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Karenanya, disarankan untuk mengonsumsi susu setelah makan buah-buahan.

  1. Susu dapat dikonsumsi sebagai pengganti makanan.

Mitos.

Meski pun, susu dianggap sebagai makanan yang lengkap dan padat akan nutrisi penting bagi tubuh, namun sebaiknya Anda tidak menggantinya dengan makanan seperti pada umumnya. Karena selain nutrisi penting dari susu, Anda tetap membutuhkan mineral dan vitamin, seperti zat besi, vitamin C, dan serat yang kurang tersedia dalam kandungan susu. Mengganti makanan dengan susu juga menyebabkan kekurangan kalori yang dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan, terutama pada anak-anak.

Baca Juga : Mitos dan Fakta Sebenarnya Mengenai Diet

  1. Jangan minum susu ketika sedang diet.

Mitos.

Susu sangat kaya akan protein, sehingga dapat membantu dalam proses menurunkan berat badan dan pembentukan otot. Susu sangat membantu dalam meningkatkan metabolisme dan rasa kenyang setelah makan, yang justru akan menurunkan asupan kalori harian. [Red]

Baca Juga

Add New Playlist