Mitos dan Fakta Sebenarnya dari Aturan dan Manfaat Minum Air

Kalteng Today – Lifestyle, – Air sangat penting keberadaannya bagi kelangsungan hidup kita. Tetapi, masih banyak orang yang tidak mengetahui fakta sebenarnya dari aturan maupun manfaat mengonsumsi air. Mereka terlanjur memercayai mitos yang telah berkembang lebih dulu. Karenanya, banyak penelitian dilakukan oleh para ahli agar mitos tersebut dapat terhapus dengan fakta berdasarkan pada hasil penelitian tersebut.

Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  1. Jika tiba-tiba merasa haus, kita mengalami dehidrasi.

Mitos.

Karena haus tidak selalu berarti kita mengalami dehidrasi. Rasa haus dimulai ketika zat dalam darah meningkat kurang dari 2%, sedangkan para ahli mengatakan definisi dehidrasi yang sebenarnya muncul ketika zat dalam darah tersebut telah meningkat 5%.

  1. Warna kuning pada urine adalah tanda dehidrasi.

Mitos.

Tidak semua warna kuning pada urine dapat dikategorikan bahwa kita sedang mengalami dehidrasi atau kurang minum air. Bisa saja terdapat faktor lain, seperti mengonsumsi multivitamin juga dapat menyebabkannya berwarna kuning. Idealnya memang harus berwarna kekuningan. Jika berwarna kuning tua harus segera diwaspadai, karena merupakan tanda dehidrasi yang sebenarnya.

Photo by Brendan Church on Unsplash
  1. Setiap hari kita perlu minum minimal 8 gelas air.

Mitos.

Air memang cairan termudah dan paling ekonomis untuk membuat kita tetap terhidrasi, namun yang dimaksud dengan konsumsi cairan bukan hanya dalam bentuk air putih atau air mineral saja, tapi termasuk juga dengan air pada buah dan sayuran.

Dan jumlah konsumsi minimum yang benar dalam sehari adalah bagi wanita dewasa sekitar 2 liter atau setara dengan 8 gelas, sedangkan bagi pria dewasa sekitar 3 liter atau 12 gelas.

  1. Minum air dapat mengeluarkan racun dari tubuh kita.

Fakta.

Meskipun air tidak selalu dapat menetralkan racun, ginjal kita tetap membutuhkan air untuk membantunya membuang limbah metabolisme tertentu. Karenanya, jika kita tidak minum cukup air maka ginjal tidak memiliki sejumlah cairan untuk melakukan tugasnya dengan benar. Dan itu akan berakibat tertahannya sejumlah racun dalam tubuh.

  1. Minum air membantu menurunkan berat badan.

Fakta.

Secara spesifik memang tidak memicu penurunan berat badan, namun dapat membantu prosesnya. Karena air menggantikan minuman sarat kalori lainnya dalam makanan, sehingga menyebabkan pengurangan jumlah kalori secara keseluruhan. Selain itu, air membuat kita merasa lebih kenyang. Para ahli juga mengatakan bahwa metabolisme atau tingkat pembakaran kalori akan meningkat hingga 30% setelah minum sekitar 170 ml air, terutama air dingin.

Baca Juga : Rekomendasi Film Komedi-Romansa Terbaik Netflix

  1. Minum air membantu menjaga kelembaban kulit.

Mitos.

Dahulu banyak orang memercayai kulit dapat tetap lembab karena terhidrasi dengan baik oleh air yang kita minum. Faktanya, jumlah air yang kita minum sama sekali tidak berhubungan dengan kelembaban kulit. Karena air yang dikonsumsi secara internal tidak akan mencapai epidermis atau lapisan atas dari kulit. Sebaliknya, karena faktor eksternal seperti pembersihan kulit, cuaca dan lingkungan, serta banyaknya jumlah kelenjar minyak pada kulit.

  1. Minum terlalu banyak air dapat berbahaya.

Fakta.

Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, pembengkakan pada kaki atau edema, serta masalah pada jantung dan ginjal dapat berisiko mengalami komplikasi jika minum terlalu banyak air. Termasuk pula bagi orang yang pernah menjalani transplantasi. Kita juga tidak boleh minum air terlalu banyak pada saat makan, karena dapat mengencerkan asam lambung dan menyebabkan masalah pencernaan.

Selain mitos dan fakta di atas, tentu masih banyak informasi yang beredar seputar air minum. Sebaiknya, kita tidak mudah percaya dengan opini yang mungkin sedang berkembang dan untuk masalah kesehatan akan lebih baik jika kita berkonsultasi secara langsung dengan dokter atau ahli sejenisnya. [Red]

Baca Juga

Add New Playlist