Sengketa Sebabi – Kalteng Today https://kaltengtoday.com/tag/sengketa-sebabi/ Dinamis Lengkap Terpercaya Tue, 18 Aug 2026 04:36:37 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.4.14 https://kaltengtoday.com/wp-content/uploads/2021/01/cropped-KaltengToday-x-03-1-32x32.png Sengketa Sebabi – Kalteng Today https://kaltengtoday.com/tag/sengketa-sebabi/ 32 32 Status Quo 1.607 Hektare Ditegakkan, Batamad Cegat Pejabat Lapangan PT BAP https://kaltengtoday.com/status-quo-1-607-hektare-ditegakkan-batamad-cegat-pejabat-lapangan-pt-bap/ https://kaltengtoday.com/status-quo-1-607-hektare-ditegakkan-batamad-cegat-pejabat-lapangan-pt-bap/#respond Sat, 15 Aug 2026 04:46:15 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=163884 Kaltengoday.com, Sampit – Pelaksanaan putusan sela Majelis Kerapatan Mantir Basara Hai di lahan sengketa seluas 1.607 hektare Desa Sebabi, Jumat (14/8/2026), berlangsung tegang. Enam baliho berisi larangan beraktivitas dipasang di sejumlah titik sebagai penanda status quo. Dalam proses tersebut, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kecamatan Telawang sempat mencegat seorang pejabat lapangan PT Binasawit Abadi […]

The post Status Quo 1.607 Hektare Ditegakkan, Batamad Cegat Pejabat Lapangan PT BAP appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengoday.com, Sampit – Pelaksanaan putusan sela Majelis Kerapatan Mantir Basara Hai di lahan sengketa seluas 1.607 hektare Desa Sebabi, Jumat (14/8/2026), berlangsung tegang.

Enam baliho berisi larangan beraktivitas dipasang di sejumlah titik sebagai penanda status quo. Dalam proses tersebut, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kecamatan Telawang sempat mencegat seorang pejabat lapangan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) yang muncul di lokasi.

Pejabat yang mengaku sebagai Asisten Kepala (Askep) kebun itu dicegat sekitar 100 meter dari titik pemasangan patok. Kehadirannya menjadi perhatian karena selama empat hari persidangan, PT BAP belum menghadirkan perwakilan berwenang secara langsung di hadapan majelis.

Peristiwa bermula ketika rombongan majelis bersama Batamad tiba di kawasan perkebunan pada Kilometer 89, Jalan Sampit-Pangkalan Bun.

Portal akses perkebunan dalam kondisi tertutup. Warga dan Batamad kemudian membuka akses tersebut untuk memungkinkan rombongan menjalankan pemasangan tanda status quo.

Situasi itu menjadi kontras dengan peristiwa dua hari sebelumnya ketika sembilan Damang yang mengantarkan surat panggilan ketiga kepada perusahaan harus menunggu di luar portal kantor utama PT BAP.

Askep Muncul, Tapi Ditolak Bernegosiasi

Saat pemasangan patok pertama berlangsung, Askep tersebut muncul di lokasi.

Baca Juga : Pakai Rumus PT BAP, Warga Sebabi Ajukan Gugat Balik Rp3,78 Triliun di Basara Hai

Namun, kehadirannya tidak serta-merta membuka ruang negosiasi. Majelis menegaskan pembahasan perkara dilakukan dalam forum persidangan resmi dan komunikasi terkait substansi perkara seharusnya disampaikan oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Askep tersebut kemudian memilih berada di sekitar lokasi dan menyaksikan proses pemasangan dari kejauhan.Status Quo 1.607 Hektare Ditegakkan, Batamad Cegat Pejabat Lapangan PT BAP

Kepada awak media, ia enggan memberikan keterangan resmi. Alasannya, khawatir pernyataan yang disampaikan justru keliru dan substansi perkara merupakan kewenangan pimpinan perusahaan.

Meski demikian, dalam percakapan singkat ia mengaku baru mengetahui adanya rencana pemasangan patok ketika rombongan majelis telah memasuki lokasi.

Terkait ketidakhadiran perusahaan dalam persidangan, ia menyebut pimpinan sedang memiliki agenda internal berkaitan dengan penganggaran atau budgeting.

Menurutnya, manajemen juga tidak ingin mengirim pejabat level bawah karena khawatir kehadiran tersebut dianggap tidak menghormati persidangan adat.

The post Status Quo 1.607 Hektare Ditegakkan, Batamad Cegat Pejabat Lapangan PT BAP appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/status-quo-1-607-hektare-ditegakkan-batamad-cegat-pejabat-lapangan-pt-bap/feed/ 0
Seribu SKT, Rp40 Miliar, dan Jejak Panjang Sengketa Sebabi https://kaltengtoday.com/seribu-skt-rp40-miliar-dan-jejak-panjang-sengketa-sebabi/ https://kaltengtoday.com/seribu-skt-rp40-miliar-dan-jejak-panjang-sengketa-sebabi/#respond Tue, 02 Jun 2026 11:20:41 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=162433 Kaltengtoday.com, Sampit – Mobil itu melaju dari Sebabi menuju Palangka Raya pada awal 2001. Di dalamnya tersimpan sekitar seribu lembar Surat Keterangan Tanah (SKT) milik warga. Dokumen-dokumen itu dibawa ke Bank Rakyat Indonesia sebagai agunan kredit. Basuni DS ikut dalam perjalanan tersebut. Saat itu ia menjabat Ketua Koperasi Huas Sebabi, wadah yang dibentuk di tengah […]

The post Seribu SKT, Rp40 Miliar, dan Jejak Panjang Sengketa Sebabi appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengtoday.com, Sampit – Mobil itu melaju dari Sebabi menuju Palangka Raya pada awal 2001. Di dalamnya tersimpan sekitar seribu lembar Surat Keterangan Tanah (SKT) milik warga. Dokumen-dokumen itu dibawa ke Bank Rakyat Indonesia sebagai agunan kredit.

Basuni DS ikut dalam perjalanan tersebut. Saat itu ia menjabat Ketua Koperasi Huas Sebabi, wadah yang dibentuk di tengah memuncaknya tuntutan warga terhadap perusahaan perkebunan yang telah menggarap lahan mereka sejak pertengahan 1990-an.

Di bank, menurut Basuni, disepakati pencairan kredit tahap pertama senilai Rp40 miliar. Namun hingga kini, seperempat abad kemudian, ia mengaku tidak pernah mengetahui kemana dana itu mengalir.

“Tidak pernah terealisasi kepada masyarakat,” kata Basuni, mengenang peristiwa tersebut, ketika diwawancarai kaltengtoday.com di kediaman nya belum lama ini.

Baca Juga : Masyarakat Sebabi Minta BPN Tunjukkan Langsung Batas HGU PT BAP di Lapangan

Bagi warga Sebabi, kisah seribu SKT itu menjadi salah satu simpul misteri dalam konflik agraria yang belum juga menemukan ujung. Dokumen tanah yang dikumpulkan atas nama koperasi menghilang dari peredaran. Dana yang disebut-sebut akan menjadi jalan keluar konflik tak pernah dirasakan masyarakat.

Kini, lahan yang dahulu menjadi sumber sengketa itu telah berubah menjadi hamparan perkebunan sawit produktif. Memasuki usia lebih dari dua dekade, sebagian tanaman bahkan mulai diremajakan untuk siklus tanam berikutnya.

Koperasi sebagai Jalan Tengah

Pada akhir 1990-an, ketegangan antara masyarakat dan perusahaan meningkat. Warga menuntut penyelesaian atas lahan yang telah dikuasai perusahaan.

Menurut Basuni, perusahaan kemudian memfasilitasi pembentukan Koperasi Huas Sebabi dengan janji pembangunan kebun plasma. Kepala desa saat itu ikut dilibatkan. Basuni ditunjuk sebagai ketua.

“Masyarakat hanya mengikuti. Tanda tangan-tanda tangan saja,” ujarnya.

Pembentukan koperasi meredakan gejolak. Namun bagi sebagian warga, ketenangan itu hanya bersifat sementara.

“Mereda karena diakali,” kata Basuni.

Penelusuran dokumen pemerintah menunjukkan Koperasi Huas Sebabi memang pernah berdiri secara resmi. Koperasi itu tercatat berbadan hukum Nomor 59/BH/KDK.154/XIX dan didirikan pada 28 Juli 1999 di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.

Meski kini tidak lagi aktif, keberadaan badan hukum tersebut mengonfirmasi bahwa koperasi yang selama ini hanya hidup dalam ingatan warga memang pernah menjadi bagian dari skema penyelesaian konflik di lapangan.

Hilangnya Seribu Surat Tanah

Basuni mengatakan tidak pernah ada penjelasan kepada masyarakat mengenai realisasi kredit Rp40 miliar maupun perkembangan penggunaan seribu SKT yang diserahkan ke bank.

The post Seribu SKT, Rp40 Miliar, dan Jejak Panjang Sengketa Sebabi appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/seribu-skt-rp40-miliar-dan-jejak-panjang-sengketa-sebabi/feed/ 0
BAB II — MENCARI TITIK NOL SENGKETA SEBABI https://kaltengtoday.com/bab-ii-mencari-titik-nol-sengketa-sebabi/ https://kaltengtoday.com/bab-ii-mencari-titik-nol-sengketa-sebabi/#respond Tue, 26 May 2026 06:53:57 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=162351 Kaltengtoday.com, Sampit – Menelusuri Tempat yang Disebut Warga Sebagai Awal Mula Persoalan, perjalanan dari Sampit menuju Desa Sebabi akhirnya membawa tim gabungan media memasuki kawasan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat perhatian publik. Malam perlahan berganti dini hari, jalan panjang yang membelah kawasan perkebunan dan jalur beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi saksi perjalanan […]

The post BAB II — MENCARI TITIK NOL SENGKETA SEBABI appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengtoday.com, Sampit – Menelusuri Tempat yang Disebut Warga Sebagai Awal Mula Persoalan, perjalanan dari Sampit menuju Desa Sebabi akhirnya membawa tim gabungan media memasuki kawasan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat perhatian publik.

Malam perlahan berganti dini hari, jalan panjang yang membelah kawasan perkebunan dan jalur beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi saksi perjalanan itu. Di beberapa titik, suasana berubah sunyi. Lampu kendaraan menjadi satu-satunya penerang yang memecah gelapnya malam.

Semakin mendekati Desa Sebabi, satu kesan mulai terasa konflik ini bukan sekadar perkara yang hidup di ruang sidang, melainkan di desa inilah cerita itu berdenyut.

Nama-nama yang selama ini muncul dalam dokumen hukum, berita, dan perdebatan publik, ternyata bukan nama asing bagi masyarakat sekitar. Sebagian adalah tokoh yang telah lama dikenal warga.

Namun tim investigasi datang bukan untuk mencari siapa benar dan siapa salah. Tujuan perjalanan ini lebih sederhana mencari titik awal.

Mencari lokasi yang menurut sejumlah warga menjadi awal simpul persoalan sebelum berkembang menjadi perkara hukum, laporan pidana, hingga gugatan bernilai Rp100 miliar.

Pagi mulai menyingsing saat tim mulai mengumpulkan informasi dari sejumlah warga dan tokoh masyarakat yang ditemui. Nama satu lokasi berulang kali disebut.

“Itu mulai ramai dari situ…” Kalimat itu muncul lebih dari sekali. Bukan hanya dari satu orang. Beberapa warga menyampaikan versi yang hampir serupa.

Baca Juga : Izin yang Datang Belakangan : Pertanyaan Parimus dan Jejak Panjang Konflik Sebabi

Menurut pengakuan mereka, lokasi yang kini menjadi objek sengketa telah lama menyimpan cerita dan riwayat penguasaan lahan yang dipahami masyarakat setempat.

Namun di sinilah persoalan mulai menjadi rumit. Sebab ketika tim mencoba menggali lebih jauh, mulai muncul berbagai versi.

• Ada yang berbicara mengenai riwayat pembukaan lahan pada masa lalu.
• Ada yang mengaitkan dengan sejarah penguasaan masyarakat.
• Ada pula yang menyinggung proses administrasi dan keberadaan perusahaan.

Masing-masing memiliki potongan cerita. Masing-masing memiliki ingatan. Dan masing-masing meyakini versinya.

Di tengah beragam keterangan itu, tim investigasi memutuskan satu hal. sebelum mendengar kesimpulan siapa pun, lokasi itu harus dilihat terlebih dahulu.

Tak lama kemudian, perjalanan berlanjut menuju titik yang disebut-sebut masyarakat sebagai lokasi awal peristiwa. Kendaraan perlahan memasuki area yang kini menjadi pusat sengketa.

Di sinilah, menurut berbagai keterangan yang dihimpun tim, terjadi peristiwa yang kemudian menyeret nama Petrus Limbas.

Peristiwa yang belakangan berkembang menjadi tuduhan tindak pidana, perdebatan hukum, hingga konflik yang menarik perhatian publik di Kalimantan Tengah.

Namun ketika tim tiba di lokasi, pertanyaan justru semakin banyak muncul.

– Apa sebenarnya yang terjadi di tempat ini?
– Siapa saja yang berada di lokasi saat itu?
– Bagaimana urutan peristiwa bermula?

Dan mengapa satu kejadian di sebuah lahan di Desa Sebabi akhirnya menyeret kepala desa, damang adat, anggota DPRD, tokoh masyarakat, hingga berujung pada perkara besar di Pengadilan Negeri Sampit?

Baca Juga : Ketua DAD Kotim Harap RJ Jadi Jalan Damai Sengketa Sebabi : Jangan Sampai Muncul Masalah Baru

Tim investigasi memutuskan untuk tidak berhenti pada lokasi. Langkah berikutnya adalah menemui orang-orang yang mengaku melihat, mendengar, dan berada langsung saat peristiwa itu terjadi.

Karena di desa seperti Sebabi, arsip tidak hanya tersimpan di berkas. Sebagian tersimpan dalam ingatan masyarakat. Dan dari ingatan itulah perjalanan investigasi ini memasuki bab berikutnya. [Red]

Bersambung —
BAB III : Suara dari Sebabi Tetua, Tokoh Muda, dan Jejak Ingatan Desa

The post BAB II — MENCARI TITIK NOL SENGKETA SEBABI appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/bab-ii-mencari-titik-nol-sengketa-sebabi/feed/ 0