Kalteng Today
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kalteng Today

Lebih ‘Durhaka’ dari Malin Kundang, Negara ini Punya Tradisi Membunuh hingga Buang Orangtua

by Aya Zahir
14/11/2021
A A
Lebih ‘Durhaka’ dari Malin Kundang, Negara ini Punya Tradisi Membunuh hingga Buang Orangtua

kaltengtoday.com, Entertainment – Anak-anak Indonesia pasti mayoritas mengetahui salah satu dongeng rakyat legendaris yang kerap dikisahkan turun temurun tentang anak durhaka, Malin Kundang.

Dongeng asal dari Sumatera Barat ini mengisahkan tentang seorang anak yang dikutuk menjadi batu, karena durhaka dan tidak mengakui ibunya sendiri.

Terlepas dari kisah ini adalah dongeng belaka, pesan moral yang dapat diambil adalah betapa semua anak harus memuliakan orangtua mereka. Baik ketika di masa sulit, terlebih ketika anak-anak sudah dewasa dan memiliki harta berlimpah.

Orangtua adalah salah satu pintu masuk untuk manusia masuk surga, semua agama memerintahkan untuk memuliakan mereka. Semasa hidup, maupun setelah mereka meninggal dunia, orangtua adalah manusia yang harus dihormati dan disayangi tanpa batas.

Lebih ‘Durhaka’ dari Malin Kundang, Negara ini Punya Tradisi Membunuh hingga Buang Orangtua
batu malin kundang (detak-unsyiah.com)

Ketika kita berbicara tentang Malin Kundang, si anak durhaka. Jauh di negara luar sana ternyata ada sebuah tradisi yang kejam dan menyakitkan untuk orangtua. Adalah tradisi Ubasute Jepang dan Tradisi Thalaikoothal dari India.

Bukan hanya tidak mengakui sebagai orangtua, justru mereka memiliki tradisi paling durhaka karena mengharuskan anak-anak untuk membuang hingga membunuh orangtua, yang mereka anggap sebagai beban hidup untuk anak-anaknya.

Baca Juga : Keseruan Tradisi Bakar Batu Mahasiswa Papua Rayakan 4 Temannya Wisuda di UPR

Sedurhaka apa tradisi ini untuk para orangtua? Yuk simak aturan tradisinya!

Lebih ‘Durhaka’ dari Malin Kundang, Negara ini Punya Tradisi Membunuh hingga Buang Orangtua
ilustrasi (boombastis.com)

Tradisi Ubasute, Jepang

Ubasute dalam Bahasa Jepang berarti hutan untuk membuang nenek. Di Jepang zaman dulu, para anak laki-laki harus membuang para orangtua yang sudah renta ke dalam gunung atau hutan.

Alasannya, agar sang ibu yang sudah tua tidak lagi merepotkan dan bisa mengurangi biaya makan.

Tradisi ini sangat bertentangan degan nilai moral, etika, dan dari ajaran agama manapun. Hingga akhirnya ditiadakan dari budaya Jepang, kemudian menjadi sebuah cerita rakyat yang sangat legendaris.

Baca Juga : Tari Tradisional Asal Kalimantan Tengah yang Wajib Kamu Ketahui

Kini, gunung Ubasuteyama justru kerap menjadi lokasi orang untuk melakukan bunuh diri. Mungkin kalian pernah menonton film horror ‘Forest’?

Lebih ‘Durhaka’ dari Malin Kundang, Negara ini Punya Tradisi Membunuh hingga Buang Orangtua
Thalaikoothal grid.id

Tradisi Thalaikoothal, India

Jika anak-anak durhaka Jepang akan membuang orangtua mereka ke hutan, India punya tradisi lebih kejam. Mereka akan membunuh orangtua yang dianggap sebagai beban untuk anak-anaknya.

Thalaikoothal adalah salah satu tradisi masyarakat wilayah selatan Tamil Nadu, India, di mana para orangtua akan dibunuh dengan alasan karena belas kasihan karena sudah tidak mampu berbuat apa-apa.

Thalaikoothal secara linguistik bermakna ‘siraman’, atau ‘mandi’. Dalam pengertian dalam tradisi pembunuhan orangtua ini melalui proses mandi.

Salah satu metode yang dijalankan adalah dengan cara memberikan minyak mandi kepada orangtua renta di pagi hari. Kemudian diberi air minum tertentu, yang akan menyebabkan para orangtua mengalami demam tinggi atau gagal ginjal, hingga kemudian mereka meninggal dunia.

Selain itu, ada juga yang melalu proses ‘Milk Therapy’ atau terapi susu. Cara ini dilakukan dengan memasukkan susu sapi ke dalam lubang hidung orangtua mereka dalam jumlah banyak, hingga kesulitan bernapas dan berakhir dengan meninggal dunia.

Tentu tradisi ini mendapat pertentangan bahkan dinyatakan sebuah praktik illegal, mirisnya ternyata masih ada sebagian masyarakat sana yang tetap menerapkan ‘tradisi gila’ ini kepada orangtua mereka.

Baca Juga : Mengenal Simah Laut: Tradisi Kalteng Menjelang Akhir Tahun

Itulah dua tradisi yang dinilai kejam hingga disebut sebagai tradisi paling durhaka di dunia. Bagaimana pendapat kalian? [Red]

 

 

Tags: EntertainmentMalin KundangTradisi

Baca Juga

Sampah di Belakang Bupati Seruyan, Tuntutan di Depan Portal : Sebuah Pesan Satire dari PT. BAP (Sinarmas Grup) di KM 98

Sampah di Belakang Bupati Seruyan, Tuntutan di Depan Portal : Sebuah Pesan Satire dari PT. BAP (Sinarmas Grup) di KM 98

11/09/2026

...

Jelang Eksekusi Putusan Adat, Batamad Sita 10 Ton Sawit di Lahan Sengketa PT BAP

Jelang Eksekusi Putusan Adat, Batamad Sita 10 Ton Sawit di Lahan Sengketa PT BAP

11/09/2026

...

Plasma 20 Persen : Ribuan Warga Menunggu Bupati, Keputusan Belum Juga Datang

Plasma 20 Persen : Ribuan Warga Menunggu Bupati, Keputusan Belum Juga Datang

10/09/2026

...

Plasma 20 Persen : Lagi Warga Datang Membawa Tuntutan, Pulang Membawa Kecewa

Plasma 20 Persen : Lagi Warga Datang Membawa Tuntutan, Pulang Membawa Kecewa

10/09/2026

...

Moratorium Konflik Agraria Polri dan Nasib Perkara Petrus Limbas

Moratorium Konflik Agraria Polri dan Nasib Perkara Petrus Limbas

09/09/2026

...

Discussion about this post

ARTIKEL TERBARU

Sampah di Belakang Bupati Seruyan, Tuntutan di Depan Portal : Sebuah Pesan Satire dari PT. BAP (Sinarmas Grup) di KM 98
Berita

Sampah di Belakang Bupati Seruyan, Tuntutan di Depan Portal : Sebuah Pesan Satire dari PT. BAP (Sinarmas Grup) di KM 98

11/09/2026
Jelang Eksekusi Putusan Adat, Batamad Sita 10 Ton Sawit di Lahan Sengketa PT BAP
Berita

Jelang Eksekusi Putusan Adat, Batamad Sita 10 Ton Sawit di Lahan Sengketa PT BAP

11/09/2026
Plasma 20 Persen : Ribuan Warga Menunggu Bupati, Keputusan Belum Juga Datang
Berita

Plasma 20 Persen : Ribuan Warga Menunggu Bupati, Keputusan Belum Juga Datang

10/09/2026
Plasma 20 Persen : Lagi Warga Datang Membawa Tuntutan, Pulang Membawa Kecewa
Berita

Plasma 20 Persen : Lagi Warga Datang Membawa Tuntutan, Pulang Membawa Kecewa

10/09/2026
Moratorium Konflik Agraria Polri dan Nasib Perkara Petrus Limbas
Berita

Moratorium Konflik Agraria Polri dan Nasib Perkara Petrus Limbas

09/09/2026
Jelang Perundingan Plasma PT BAP, Kapolres Seruyan Beddy Suwendi Diuji Tuntaskan Kebuntuan Tuntutan Warga
Berita

Jelang Perundingan Plasma PT BAP, Kapolres Seruyan Beddy Suwendi Diuji Tuntaskan Kebuntuan Tuntutan Warga

08/09/2026

Kalteng Today

Ikuti Kami di Media Sosial

TrustWorthy News

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Nasional
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik

Download Aplikasi

Rubrik

  • Berita
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Eksekutif
  • Legislatif
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Tips Trik

Download Aplikasi

© Hak cipta 2022 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Info Iklan

No Result
View All Result
  • Berita
  • Eksekutif & Legislatif
    • Legislatif
      • DPRD Kalteng
      • DPRD Barito Selatan
      • DPRD Barito Timur
      • DPRD Barito Utara
      • DPRD Gunung Mas
      • DPRD Kapuas
      • DPRD Katingan
      • DPRD Kotawaringin Barat
      • DPRD Kotawaringin Timur
      • DPRD Lamandau
      • DPRD Murung Raya
      • DPRD Palangka Raya
      • DPRD Pulang Pisau
      • DPRD Seruyan
      • DPRD Sukamara
    • Eksekutif
      • Pemprov Kalimantan Tengah
      • Pemkab Barito Selatan
      • Pemkab Barito Timur
      • Pemkab Barito Utara
      • Pemkab Gunung Mas
      • Pemkab Kapuas
      • Pemkab Katingan
      • Pemkab Kotawaringin Barat
      • Pemkab Kotawaringin Timur
      • Pemkab Lamandau
      • Pemkab Murung Raya
      • Pemkab Pulang Pisau
      • Pemkab Seruyan
      • Pemkab Sukamara
      • Pemko Palangka Raya
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Tips Trik
  • Olahraga
  • Ekonomi
  • Cek Fakta
  • Opini

© Hak cipta 2021 Kaltengtoday.com | Hak cipta dilindungi hukum.