Saat ini masyarakat Kalteng hanya menyukai daging ayam segar saja. Padahal dibandingkan daging ayam segar, daging ayam beku itu lebih bersih serta tidak dirubung lalat saat di jual.
kaltengtoday.com – Masyarakat Kalteng terutama yang berada di pinggiran kota masih belum menyukai daging ayam beku. Alasannya karena rasa yang tidak sama dibanding dengan daging segar. Padahal selain harganya lebih murah, daging jenis ini lebih higienis dari daging segar.
Hal ini diungkapkan oleh Jenta Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kalteng, Selasa, 5 Nopember 2019 di Palangka Raya. Saat ini masyarakat Kalteng hanya menyukai daging ayam segar saja. “Padahal dibandingkan daging ayam segar, daging ayam beku itu lebih bersih serta tidak dirubung lalat saat di jual.” Ujarnya.
Padahal kata dia, ketika masyarakat ingin menyimpan lagi pun tinggal disimpan dan sudah pasti tidak akan bau dan busuk, tutur dia.
“Harganya juga murah, hanya Rp. 34 Ribu perkilogram sementara untuk harga ayam segar selalu berubah-rubah bahkan saat ini mencapai Rp. 40 ribu perkilogram,” Katanya.
Karena itu menurut Jenta, untuk lebih mendekatkan daging ayam beku itu kemasyarakat perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengenal daging ayam beku yang lebih higienis,ujar Jenta.
Baca juga : Harga Daging Ayam Capai Rp. 40 Ribu.
Hal senada dikatakan Abdul Aziz, Kepala Bidang Pengadaan Operasi Pelayanan Publik Bulog Divre Kalteng. Ia mengeluhkan kurang minatnya masyarakat terhadap daging ayam beku.
“Kita sudah siapkan di pasar besar Palangka Raya namun tetap saja peminatnya kurang,”katanya.
Yaya – KT














Discussion about this post