Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, mendorong pemerintah daerah untuk menambah fasilitas layanan kesehatan, khususnya rumah sakit swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dorongan tersebut disampaikan menyusul kabar meninggalnya seorang pasien usai menunggu hingga 10 jam untuk dirujuk dari RSUD dr. Murjani Sampit ke rumah sakit di Palangka Raya.
Ia menilai, keberadaan rumah sakit swasta sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui mekanisme persaingan yang sehat.
Baca Juga : 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Keributan Antar Pemuda di Palangka Raya
“Rumah sakit swasta sangat perlu, supaya ada persaingan. Kalau ada swasta, pelayanan jadi bersaing dan bisa sama-sama bagus. Rumah sakit swasta juga bisa jadi contoh agar rumah sakit umum ikut memperbaiki layanan,” kata kepada awak media, Senin (28/7/2025).
Politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kotim dan Seruyan ini menyebutkan, dengan pesatnya perkembangan Kota Sampit, idealnya terdapat minimal tiga rumah sakit.
“Sampit sekarang sudah besar. Minimal harus ada tiga rumah sakit,” tambahnya.
Terkait RSUD dr. Murjani, Sutik mengakui bahwa alat kesehatan yang dimiliki sudah cukup memadai. Namun, persoalan utama justru terletak pada kekurangan tenaga medis.
“Alatnya sudah ada dan mumpuni, cuma SDM-nya yang kurang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pelayanan rumah sakit pemerintah yang menurutnya masih tertinggal jika dibandingkan dengan rumah sakit swasta, khususnya yang ada di Pulau Jawa.
“Masih banyak kekurangan. Kalau dibandingkan dengan rumah sakit swasta atau di Jawa, masih jauh,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD dr. Murjani, agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga : Tertimpa Peti Kemas, Mobil Pegawai Rumah Sakit Ringsek
“Evaluasi itu wajib. Sekarang memang sudah mulai membaik, tapi tetap masih kurang. Dulu malah lebih parah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sutik juga menceritakan pengalaman pribadi yang memilukan. Ia mengaku pernah kehilangan ibunya akibat pelayanan yang kurang sigap di rumah sakit tersebut.
“Saya juga pernah jadi korban. Ibu saya waktu itu baru masuk rumah sakit, ditanya sakitnya apa, lalu langsung diberi obat, tapi tidak disiapkan air minum. Akhirnya keselek, dan langsung meninggal. Saya sempat emosi juga, karena itu orang tua saya,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post