kaltengtoday.com – Dari 14 kabupaten/kota di Kalteng, ada sebanyak 8 kabupaten yang berpotensi terjadi banjir di saat musim penghujan ini
Kedelapan kabupaten itu yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur ,Kapuas ,Barito Selatan, Sukamara, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau dan Palangkaraya.
Plelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Darliansyah , Jumat, 27 Desember 2019.menjelaskan, guna mengantisipasi musibah banjir dan banjir bandang serta tanah longsor yang mengancam 14 kabupaten kota di Kalteng selain telah melakukan apel siaga, pihaknya juga meningy sinergitas seluruh instansi terkait.
“Kesiapsiagaan ini juga dituangkan dalam bentuk instruksi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Surat Keputusan tanggal 19 Desember 2019 lalu,”jelasnya.
Menurut Darliansyah, ada beberapa ada beberapa daerah kabupaten yang berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2019-2020 itu tinggi.
” Misalnya banjir bandang itu berpotensi tinggi terjadi hampir di 14 kabupaten kota.” Ujarnya.
Sedangkan untuk potensi banjir tertinggi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur ,Kapuas ,Barito Selatan, Sukamara, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau dan Palangkaraya, jelas dia.
Kemudian untuk bencana tanah longsor juga dilakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan peralatan alat berat di daerah yang berpotensi tinggi seperti di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara,Katanya.
“Karena itu kita minta pihak kabupaten untuk selalu melakukan koordinasi dengan pihak BMKG dan pemangku kepentingan lainnya,”katanya.
Selain itu, ia juga menghimbau agar terus dilakukan penguatan kesiapan pemerintah bersama masyarakat untuk menghadapi ancaman bahaya banjir, banjir bandang dan gerakan tanah longsor,katanya.
Karena itu Darliansyah berharap agar kabupaten/kota juga menyusun rencana operasi atau SOP nya dengan melibatkan seluruh stakeholders dan terus melaporkan secara rutin ke Pusdalops Provinsi Kalteng, harap dia.
Yaya-KT














Discussion about this post