kaltengtoday.com, Kapuas – Pelatihan Kreativitas kepada kaum ibu ibu dan PPK desa di Palingkau Jaya SP Satu Kecamatan Kapuas Murung diberikan pelatihan menghias tas hasil anyaman purun yang bernilai ekonomis tinggi.
Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi UMKM Apendi,SKM.MM.,melalui Kepala Bidang Industri Ferdinand Junarko,menyampaikan pelatihan kepada ibu ibu pengrajin purun di Palingkau Jaya SP 1 Kecamatan Kapuas diberikan pelatihan bagai mana menghiasi tas berbahan tikar purun menjadi karya berekonomi bernilai tinggi.
Baca Juga : Â Stand Komunitas Nansarunai Jaya Sabet Lagi Gelar Juara 1 Kategori Stand UMKM Bartim Expo 2022
“Ini merupakan Kegiatan yang di perkasai oleh mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata(KKN),kebangsaan bersama Dperdagperinkop UMKM Kabupaten Kapuas,” ucap Ferdinand Junarko,Jumat 12 Agustus 2022.
Ia menjelaskan,kegiatan pelatihan yang dilaksanakan merupakan pelatihan kreasi dimana anyaman purun dipadukan dengan tali melia dengan memberikan edukasi pengolahan tas dari purun.Walau pun waktunya singkat tetapi ibu ibu disana sudah memilki kemampuan dasar dalam menganyam sehingga tidak begitu sulit untuk diberikan pelatihan.
“Dari hasil olahan tas yang sudah jadi kita kreasikan kembali bahan dasar tas yang sudah ada menjadi produk modern yang menarik sehingga nilai jualnya tinggi,” ungkap Ferdinand.
Maka itu lanjut Boy sapaan akrabnya,Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi UMKM juga di bantu oleh salah satu anggota kelompok pengrajin purun di Kecamatan Pulau Petak khususnya di Desa Palingit.
“Kita menambah pernak pernik kain untuk rendah dan bunga dari kain satin yang dimodifikasi sehingga ada nilai seninya,” terangnya.
Baca Juga : Â Pesona Tambun Bungai Dorong Pemulihan Ekonomi dan UMKM Kalteng Go Global
Ditambahkan Dia,sebenarnya pelatihan ini,sesuai permintaan ibu ibu disana Sebab hasil yang dijual hanya berupa bakul sehingga nilai jual pun sangat rendah maka dengan pelatihan tersebut akan menambah nilai seni sesuai dengan keinginan mereka.
“Semoga nilai kreasi yang dihasilkan ibu Ibu di SP Satu menjadi nilai tambah bagi mereka sehingga membantu ekonomi keluarga,” pungkasnya. [Djim KT]














Discussion about this post