kaltengtoday.com, – Kasongan, – Peristiwa kericuhan antara kelompok massa di Sorong, Provinsi Papua Barat berujung petaka. Kericuhan massa yang membakar mobil dan tempat hiburan malam (THM) club double O telah merenggut korban.
Peristiwa ini membuat salah satu warga Desa Samba Katung Kecamatan Katingan Tengah tewas dan menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Melani Safitri seorang gadis berusia 23 tahun menjadi korban akibat pembakaran THM Double O yang beroperasi di Jalan Sungai Marini Sorong Timur Papua Barat.
Almarhum diterbangkan dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong Pada Selasa 1 Februari 2022 sekitar pukul 10:45 Pagi WIT dengan menggunakan pesawat Batik Air menuju Bandara Cilik Riwut Palangkaraya.
Jenazah tiba di Palangkaraya sekitar Pukul 17.00 wib kemudian dengan menggunakan Ambulance langsung menuju rumah duka di Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo menyebutkan warga ini memang berasal dari Katingan telah meninggal dunia akibat terbakarnya THM Double O Sorong Papua Barat. Peristiwa ini terjadi pada 24 Januari 2022 yang lalu.
” Korban sudah disemayamkan dan dimakamkan di TPU Samba Katung yang dilakukan pihak kerabat atau keluarga pada pagi tadi (Rabu, red) , ” Ungkapnya, Rabu (2/2/2022).
Kapolres menjelaskan, pada September 2021 korban bertemu dengan tunangannya di Balikpapan dan ingin pamit. Korban hendak berangkat ke Sorong Timur dan menjadi vokalis band Rock Volition band yang berada di manajemen THM Double O.
Pada 22 Januari 2022, terdapat perselisihan antara keamanan dan pengunjung. Pemicunya karena ditengarai salah seorang pengunjung menjatuhkan gelas.
Pada 23 Januari 2022, pihak petugas keamanan merasa tidak terima dan mendatangi tempat markas kelompok yang membuat ulah di THM sebelumnya.
Terjadi perselisihan dan pemukulan terhadap penjaga atau sekuriti THM Double O tersebut. Kemudian, terjadi aksi balasan dari kelompok Ambon Key yang datang langsung ke THM Double O mencari sekuriti yang sedang bekerja.
Korban sempat menghubungi tunangannya dan mengabarkan bahwa ditempat dia bekerja sedang terjadi perkelahian dan kerusuhan. Sehingga, membuat seluruh para karyawan perempuan naik ke room lantai dua.
Baca juga :Â Polres Seruyan dan Pihak Lain Kerjasama Lakukan Vaksinasi Drive Thru
Namun, tiba-tiba kepulan asap menyelimuti THM Double O yang membuat korban dan belasan lainnya meninggal dunia.
Baca juga :Â Strifa Tulis, Putra Palangka Raya yang Mengejar Mimpi Hingga ke Tanah Papua
Selain itu, informasi yang didapatkan Melani Safitri sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan memiliki hobi dalam bernyanyi dan bermain Futsal.[Red]














Discussion about this post