Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Salah satu Dosen yang terlibat dalam monitoring dan evaluasi program nasional yang digagas Kampus Universitas Palangka Raya (UPR), Mochammad Helmy Fikri, S.I.Kom, M.A menyampaikan dalam pelaksanaan penelitian pihaknya meminta kesaksian kepada masyarakat yang menerima program prioritas dari Pemerintah Pusat.
“Kami juga mewawancarai masyarakat yang mengidap penyakit TBC, kami juga mewawancarai masyarakat penerima cek kesehatan gratis, memantau pelaksanaan kegiatan food estate di Pulang Pisau, serta meninjau langsung program rehabilitasi sekolah di MIS Noor Al-Banjari,” kata Helmy, Senin (1/9/2025).
Baca Juga : Jalan Katingan Rusak Parah, DPRD Desak Dinas PUPR Segera Turun Tangan Perbaiki Lubang
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei dilapangan di sekolah penerima program rehabilitasi sekolah ujarnya menjelaskan lagi, kondisinya betul-bentul perlu mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah.
Ia juga membeberkan, pihak sekolah mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Sama halnya dengan pasien mengidap penyakit TBC yang menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan pengobatan tuberkolosis yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat.
“Pasien betul-betul mendapat pelayanan kesehatan yang bagus, bahkan ada pasien yang menginformasikan adanya pihak dokter yang mendatangi kediamannya hanya untuk mengecek apakah yang bersangkutan sudah minum obat apa belum sehingga pasien merasa diperhatikan,” terangnya.
Dirinya berpendapat bahwa pelaksanaan 11 program prioritas, 6 program diantaranya cukup baik karena dinilai bisa membantu dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kalimantan Tengah.
Hal senada juga disampaikan oleh Adithiya Wiradinatha Saputra, S.I.Kom, M.A. bahwa berdasarkan hasil survei pada pelaksanaan program cek kesehatan gratis khususnya kepada masyarakat yang berada di Desa Tanjung Pusaka Kabupaten Pulang Pisau.
“Sebenarnya dengan kehadiran tenaga medis kesehatan, masyarakat Desa Tanjung Pusaka disana sudah merasa senang. Mereka beranggapan dengan hadirnya tenaga medis disana, masyarakat merasa pemerintah hadir,” kata Adithiya.
Berdasarkan hasil survei terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), Adithiya menambahkan program ini memberi dampak yang sangat luar biasa kepada kognitif peserta didik, terutama dapat menjadikan siswa lebih fokus untuk mengikuti proses belajar mengajar.
“Kalau saya menilai, visi dan misi program pemerintah pusat sejalan lurus dengan visi dan misi Gubernur Kalteng dan Wakil Gubernur Kalteng, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota,” bebernya lebih dalam.
Baca Juga : Dies Natalis ke-62, UPR Perkuat Kolaborasi
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, secara umum masyarakat merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya program bantuan dari Pemerintah Pusat, baik di bidang sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.
Tentunya masyarakat khususnya di Kalimantan Tengah juga berharap agar program-program prioritas ini dapat terus dilanjutkan sehingga manfaat yang diberikan bisa lebih luas dan berkelanjutan.[Red]














Discussion about this post