Kalteng Today – Palangka Raya, – Warga yang berada lingkungan RT 2 RW 25, Jalan Garuda, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, melakukan penutupan jalan dengan cara di portal. Penutupan yang hanya dilakukan malam hari itu dimaksudkan untuk meredam penyebaran wabah Virus Corona dilingkungan mereka.
Ketua RTsetempat, Jaya Eterson mengatakan penutupan jalan ini memang sudah sesuai dengan kesepakatannya bersama masyarakat.
“Karena kelurahan ini termasuk Zona Merah dan ada pemberlakuan Pembatasan Sosial Kelurahan Bersifat Humanis, edaran dari lurah. Itu dimungkinkan untuk kita membuat blockade atau portal,” katanya kepada awak media saat meninjau lokasi portal tadi malam, Kamis (15/5).
Dirinya mengungkapkan, ada empat buah portal yang dipasang oleh pihaknya, terutama di poros Jalan Garuda. Selain itu, di setiap portal tersebut, setiap jam pemberlakuan jam malam, maka portal tersebut ditutup sejak pukul 20.00 Wib dan dibuka kembali padi pukul 06.00 Wib pagi harinya, serta ditugaskan seorang penjaga disetiap portalnya.
“Untuk pendanaan dalam hal membuat portal ini, saya bersama dengan warga masyarakat melakukan iuran. Dan kita patut bersyukur, mereka rela untuk menyumbangkan dana pribadi untuk mendukung kenyamanan bersama,” bebernya.
Menurutnya lagi, pemortalan ini didasari oleh keresahan bersama terkait dengan penyebaran wabah Virus Corona, terkhususnya di Kota Palangka Raya. Sehingga, tidak berlebihan apabila dilakukan penanggulanan yang lebih ketat dan pembatasan jalur lalu lintas, terutama di wilayahnya tersebut.
“Kedua ialah dengan kita melihat meningkatnya tingkat kriminalitas yang cukup tinggi. Jadi, ada dua hal yang kita rangkum dan kita rundingkan dengan warga masyarakat melalui sebuah forum melalui group WhatsApp dan menghasilkan kesepakatan ini,” ungkapnya.
“Karena di wilayah Kota Palangka Raya diberlakukan jam malam, yang dimulai sejak pukul 20.00 Wib, maka masyarakat luar tidak diperkenankan masuk kedaerah ini, kecuali warga kita sini. Sebab di masing-masing jalur ada penjaganya yang sudah mengenal warga sekitar sini,” bebernya.
Baca Juga: Dewan Ingatkan Pemko Palangka Raya Fokus Terapkan PSBB
salah satu warga setempat, Duer, menambahkan bahwa semua ini merupakan inisiatif dari pihak ketua RT, dan disetujui oleh warga masyarakat setempat. Sehingga hal tersebut dilaksanakan.
“Kita sebagai warga menyambut baik inisiatif ini dan warga disini juga masih bisa keluar, karena setiap penjaga pastinya memiliki kunci masing-masing. Tentunya dengan alasan atau keperluan yang jelas,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post