Kaltengtoday.com, Sampit – Ratusan warga dari Desa Sebabi, Bangkal, Penyang, dan Rungau bersama Ormas TBBR menggelar aksi demonstrasi sekaligus penunjukan titik koordinat lahan yang mereka klaim sebagai kebun plasma masyarakat pada Kamis (5/2/2026).
Menariknya aksi ini berlangsung beriringan dengan agenda resmi pengecekan lapangan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan dua Kabupaten Kotim dan Seruyan.
Sebelumnya, pada 5 Desember 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memfasilitasi rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Pemerintah Kabupaten Seruyan terkait tuntutan/klaim lahan sebagian masyarakat Desa Sebabi terhadap PT Binasawit Abadi Pratama (PT BAP).
Baca Juga :Â DPRD Kotim Dorong Percepatan Sertifikasi Lahan Petani Plasma
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa perlu dilakukan pengecekan lapangan bersama untuk memastikan letak dan luas lokasi yang diklaim masyarakat.
Menindaklanjuti kesepakatan itu, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah menerbitkan surat resmi pada 29 Januari 2026 yang menetapkan pelaksanaan pengecekan lapangan secara terpadu pada 4–5 Februari 2026 dengan titik kumpul di Kantor Bupati Kotawaringin Timur.
Pada hari kedua pengecekan, 5 Februari 2026, warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menggelar aksi damai dan secara langsung menunjukkan titik-titik koordinat yang mereka tuntut sebagai kebun plasma.
Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Kotim, kepala desa, Camat Telawang, Asisten I Pemkab Kotim, perwakilan Pemprov Kalteng, serta aparat kepolisian yang mengawal jalannya kegiatan.
Koordinator aksi perwakilan warga menegaskan bahwa tuntutan ini bertujuan memastikan hak ekonomi masyarakat sekitar perkebunan sawit terpenuhi sesuai komitmen perusahaan.
Warga menilai kewajiban perusahaan dalam penyediaan plasma belum sepenuhnya terpenuhi sesuai komitmen awal. Mereka meminta pemerintah bertindak tegas dan memastikan kejelasan batas serta luas lahan plasma.
Baca Juga :Â Pelaku Usaha di Ingatkan Menteri ATR/BPN untuk Tunaikan Kewajiban Plasma ke Masyarakat
Sementara itu Pemerintah daerah menyatakan hasil pengecekan lapangan akan menjadi dasar pembahasan lanjutan antara masyarakat dan perusahaan. Hingga berita ini dibuat, PT BAS belum memberikan tanggapan resmi.(Fit)
Foto – Ratusan warga dari empat desa menggelar aksi demo damai dan secara langsung menunjukkan titik-titik koordinat yang mereka tuntut sebagai kebun plasma di PT. BAS di Sebabi, Kecamatan Telawang. [Red]














Discussion about this post