“Riset-riset itu kita harapkan bisa memberi daya dorong terhadap pengelolaan Sumber Daya Alam secara optimal dan berkelanjutan, dan untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Terkait hal itu, ia menambahkan, peningkatan kualitas perguruan tinggi tentu menjadi pondasi penting, untuk melahirkan riset-riset yang unggul, berdaya saing, dan berdampak.
“Untuk itulah, Pemerintah Provinsi Kalteng menaruh perhatian besar kepada sektor pendidikan, termasuk jenjang perguruan tinggi, sesuai visi-misi kita”.
Prof. Stella, dalam arahannya mengatakan, kunci kemajuan perguruan tinggi ada di Sumber Daya Manusia yang berkualitas oleh karena itu perguruan tinggi jangan terpaku mengejar kuantitas saja.
“Jangan pernah berpikir untuk mengikuti perguruan tinggi yang sudah besar atau maju tetapi lebih baik ikuti komunitas sains yang ada dan setiap PTN/PTS harus memiliki kekhususan/keunikan sendiri yang tidak dimiliki PTN/PTS lain,” ungkapnya.
UPR menurutnya memiliki kualitas peneliti yang unggul dan tentunya punya keterkaitan dengan Pola Pokok Ilmiah sendiri yaitu lahan gambut.
“Sehingga, tentunya menjadi catatan bagi Kemendiktisaintek bahwa UPR dapat memberikan dukungan dalam menghasilkan riset bertema lahan gambut,” terangnya.
Baca Juga : 200 Mahasiswa se-Indonesia Ikuti Seminar Nasional Kreativitas di UPR
Kegiatan pemaparan riset, UPR menampilkan 3 orang periset yaitu, Ariesta Lestary, S.Kom., M.Cs., Ph.D dari Fakultas Teknik dengan judul riset Transformasi Digital dalam Pertanian: Aplikasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Kalteng, Chaidir Adam, M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan judul riset Biosistematika Alga di Ekosistem Gambut Tropika.
Selain itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran dengan judul Repurpose Simvastatin-Metmorfin dengan Enkapsulasi SNEDDS untuk melawan kanker Payudara: Kajian secara In Silico dan In Vitro serta Inovasi SNEDDS-Metmorfin dalam mengatasi kanker Payudara pada kajian Selular-Molekuler. [Red]














Discussion about this post