Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan bahwa telah mengambil langkah baru dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur budaya Dayak ke dalam kurikulum dan kampanye edukasi antikorupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko).
Baca Juga : Pemko Persiapkan Pembentukan Kota Sebagai Calon Percontohan Wilayah Antikorupsi
Ia menjelaskan, kearifan lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki fondasi moral yang sangat kuat, utamanya mengenai kejujuran dan tanggung jawab, tentu sangat sejalan dengan semangat nasional dalam memberantas praktik korupsi di segala lini pemerintahan.
“Kita ingin nilai integritas ini tidak hanya menjadi sekadar hafalan aturan, tetapi benar-benar meresap dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” katanya, Jumat, (13/3/2026).
Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi tameng bagi para pegawai pemerintah dalam menghadapi godaan penyalahgunaan wewenang.
“Melalui pendekatan budaya, pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan jati diri kita sebagai masyarakat adat yang jujur,” ungkapnya.
Baca Juga : Desa Beringin Tunggal Jaya Raih Nilai Istimewa, Pemprov Kalteng Dorong Replikasi Desa Antikorupsi
Dengan menanamkan rasa malu jika melanggar adat dan etika, diharapkan muncul kesadaran internal untuk selalu bekerja secara profesional dan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Program edukasi berbasis budaya ini nantinya akan diimplementasikan melalui berbagai media, mulai dari spanduk edukatif hingga modul pelatihan kepemimpinan. [Red]














Discussion about this post