Kalteng Today – Palangka Raya, – Wakil Ketua III DPRD Kalteng , Faridawaty Darland Atjeh dan didampingi staf sekretariat dewan, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Provinsi Banten.
Kunker tersebut menurut Farida merupakan upaya menggali lebih lanjut terkait dengan informasi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperde) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PDAS) yang saat ini sedang dalam pembahasan.
“Dalam kunker kali ini, saya diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banten, serta Sekjen Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC). Dari mereka, dan disana saya banyak menerima informasi terkait PDAS,” katanya kepada awak media melalui pesan WhatsApp, Senin (19/4).
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini menjelaskan, dipilihnya Banten karena dirasa memiliki DAS seperti di Kalteng dan telah ada dibentuk FKDC yang membantu pemerintah dalam menata dan mengelola air di wilayah setempat.
Untuk diketahui, Cidanau merupakan satu-satunya berada di Pegunungan, serta memiliki 18 sungai. Sebanyak 18 sungai itu airnya mengalir ke sejumlah perusahaan maupun pabrik yang ada di Cilegon.
Dirinya kembali mengungkapkan, untuk persoalan limbah yang terjadi di danau dan sungai di Banten ada dua, yakni limbah rumah tangga dan limbah pertanian dari proses membakar lahan sawah setelah panen.
“Informasi ini sangat berharga dan sangat perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan Raperda Tentang PDAS yang sedang dibahas. Jadi, ada upaya dan langkah antisipasi yang dipersiapkan, agar permasalahan danau dan sungai di Banten tidak terjadi juga di Kalteng,” terangnya.
Baca Juga : Disambut Bak Pahlawan, Juara Tinju WBC Asal Kalteng Merasa Bangga
Lebih lanjut, dalam Kunker tersebut pihaknya menambahkan, Forum DAS yang ada di Banten tersebut perlu dibentuk di Kalteng. Sehingga nantinya secara spesifik menyusun konsep dan bertindak langsung menata dan mengelola daerah aliran sungai.
“Jika DAS tidak terjaga, tentunya berdampak juga terhadap perekonomian. Apalagi jika rusaknya ekosistem air akibat penambangan yang tidak terkendali, penggunaan merkuri, serta lainnya, juga berpengaruh besar terhadap lingkungan,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post