Kaltengtoday.com – Tamiang Layang, – Melihat perkampungan eks transmigrasi di Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, adalah seakan berkilas balik ke 13 -15 tahun silam saat lokasi baru dibuka. Di mana saat itu, pondok-pondok para transmigran beserta kebun olahan mereka baru saja jadi. Belum lagi sarana jalan yang jadi masalahtahunan manakala musim penghujan tiba.
Tapi kini, keadaan tersebut telah jauh berbeda. Jalan aspal menuju pusat desa, membuat nyaman pengendara sepeda motor yang melaluinya. Sebagian rumah-rumah transmigran berupa pondok berukuran kecil, telah berganti rupa. Menjadi lebih besar, minimal dihias cat dengan warna yang lebih cerah. Seolah merefleksikan kecerahan hati mereka. Bahkan beberapa di antaranya berubah jadi bangunan beton.
Tentu ini jadi barometer kenaikan taraf hidup penduduk di sana. Seiring suburnya pepohonan karet unggul warga, juga kebun-kebun sawit yang kini berada nyaris memenuhi kanan kiri jalan. “Ya Alhamdulillah Mas. Sekarang warga di sini, yang mau bertahan, sudah bisa menikmati hasil jerih payah mereka. Dari hasil tani bertanam sayurmayur, serta menyadap karet, bisa menopang kebutuhan hidup. Ditambah lagi ada yang bekerja di perusahaan sawit atau bahkan ada yang mampu beli tanah dan menanam sawit sendiri,” ucap Makmun, salah seorang warga pendatang asal Sragen, Jawa Tengah, yang bertemu tadi siang (Senin, 08/11) di dekat rumahnya.
Menurut pria yang di lingkungannya dituakan warga tersebut, dulu banyak pula transmigran yang tidak betah dan memilih kembali ke daerah asal sehingga kebun dan pondok mereka dijual. Sebagian di antaranya berasal dari Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Baca juga : Lele, Ikan ‘Kanibal’ Yang Perlu Di Budidaya di Barito Timur
“Kalau kehidupan ekonomi mereka memang sudah membaik. Jauh lebih baik daripada dulu. Dan hubungan secara sosial dengan warga asli, cukup baik. Mereka bisa membaur,” aku Tiurlan, warga asli Desa Wuran yang juga salah satu tokoh di desanya, saat dibincangi di rumahnya, menceritakan keadaan para warga eks transmigran sekarang.
Transmigrasi, memang masih dipertentangkan oleh sebagian orang. Tidak ada pula yang menjamin 100% program pemerintah ini berhasil. Namun seperti kata Tiurlan, di Wuran, setidaknya menunjukkan bahwa kegigihan para warga pendatang tersebut menuai hasil sepadan. Sementara dalam asimilasi sosial, tak ada benturan terjadi karena memang para pendatang, bisa membawa diri.[Red]














Discussion about this post