Kalteng Today – Kasongan, – Wakil Bupati (Wabup) Katingan Sunardi NT Litang mengatakan Jangan ragu untuk melakukan atau mendapatkan Vaksinasi Covid-19.
Hal ini disampaikannya saat ditemui sejumlah awak media di lobby Kantor Bupati Katingan, Kamis (18/02/2021).
Wabup Sunardi sebelumnya, pada hari Rabu (17/02/2021) telah menerima penyuntikan Vaksin Covid-19 dosis kedua di Rumah Sakit Umum Daerah Mas Amsyar Kasongan.
“Alhamdullilah setelah menerima vaksin dosis kedua, saya baik-baik saja, tidak ada efek samping yang negatif yang saya rasakan. Tidak ada perubahan yang negatif yang saya rasakan,” ucap Sunardi.
Usai menjalani vaksinasi dirinya juga menyampaikan akan mendapatkan sertifikat elektronik, yang menyatakan bahwa telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, dosis satu dan dosis dua.
Dikatakannya pula sebelumnya, yakni 14 hari yang lalu dirinya usai mendapat vaksinasi dosis pertama, langsung melakukan perjalanan dalam rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ke wilayah hulu Katingan selama empat hari, dan dirinya mengaku sehat dan baik-baik saja. Dirinya juga mengaku usai mendapat vaksinasi merasa lebih percaya diri, karena vaksinasi tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh dari Virus Corona.
“Vaksin ini untuk meningkatkan imunitas tubuh dan masyarakat tidak perlu ragu atau was-was dengan vaksinasi ini. Vaksin ini aman dan halal,” ucap Wabup.
Baca Juga : Bupati Katingan Letakan Batu Pertama Pembangunan Ruko LPTQ
Menurutnya, saat ini vaksinasi masih diprioritaskan untuk sejumlah pejabat serta tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Katingan. Sementara, vaksinasi terhadap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memberikan contoh dan meyakinkan masyarakat agar tidak takut dan ragu untuk divaksin.
“Meskipun sudah ada vaksin, namun perilaku penerapan protokol kesehatan jangan ditinggalkan, seperti memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan membatasi kerumunan,” katanya.
Untuk diketahui vaksin sinovac untuk Kabupaten Katingan dilakukan secara bertahap yakni kurang lebih tujuh tahap pengiriman. Hal ini dikarenakan keterbatasan wadah penyimpanan untuk vaksin tersebut. [Red]














Discussion about this post