Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, jumlah sampah yang terangkut pada 2021 tercatat sebanyak 39.718,4 kilo ton.
Catatan tersebut menurun pada 2022 sebanyak 39.664,6 kilo ton. Kemudian meningkat menjadi 40.259,06 kilo ton pada 2023. Selanjutnya pada 2024 mencapai 41.537 kilo ton dan di 2025 kembali naik menjadi 41.538 kilo ton.
Baca Juga : Kepala DLH Bartim: Perusahaan Tambang yang Langgar Aturan Keselamatan Akan Ditindak Tegas
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto menjelaskan, peningkatan volume sampah tersebut menjadi tantangan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat.
Ia mengajak warga untuk mulai peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah dengan memilah sampah sejak dari rumah.
“Lakukan hal kecil seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, serta memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan,” jelasnya, Kamis (26/2/2026).
Ia mendorong masyarakat memanfaatkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, bank sampah juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Baca Juga : DLH Kalteng Susun Draft Dokumen RIPS
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan jasa operator pengumpul sampah resmi dengan sistem berlangganan. Sampah yang telah dipilah dapat diserahkan kepada operator untuk diangkut secara terjadwal, sehingga dapat mencegah praktik pembuangan sampah sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan.
“Melalui partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post