Kalteng Today – Palangka Raya, – Seorang ulama yang sering dikenal melalui ceramahnya yang sejuk dan mendidik yaitu Ustadz Das’ad Latif melakukan safari dakwah di Kalimantan Tengah selama dua hari.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Das’ad Latif berkesempatan bertemu dengan orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah yakni Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo sembari bersilaturahmi.
Ia mengatakan sangat bersyukur selama melaksanakan dakwahnya di Kalimantan Tengah dibantu dan difasilitasi oleh Kapolda Kalteng.
“Alhamdulillah, selama dua hari melaksanakan Dakwah di Kalteng difasilitasi oleh Kapolda menggunakan transportasi udara” ujarnya Ustadz asal Makassar ini.
Ia juga berkelakar, kepada para Mubaligh janganlah bermusuhan dengan polisi dalam berdakwah namun harusnya menjadi mitra dari Kepolisian tersebut.
“Kita harusnya jadi mitra, karena sama-sama menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar” ujar ustadz yang lulusan S3 Ilmu Komunikasi ini.
Pada kesemptan itu juga, Kapolda Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo meminta pandangan kepada Ustadz Das’ad Latif terkait masih banyak masyarakat khususnya di Kalimantan Tengah yang takut menerima vaksin Covid-19. Padahal menurut Kapolda vaksinasi tersebut adalah upaya pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19.
Ustadz Das’ad Latif menjelaskan secara perapektif Agama Islam, Vaksinasi Covid-19 tersebut adalah sebuah “Ikhtiar”.
“Vaksin ini adalah Ikhtiar atau upaya, meski pun Bapak berdo’a terus tidak akan bisa selesai kalau tanpa Ikhtiar, sebagaimana Rasullah saat perang beliau berdoa, namun ikut berperang karena perang itu adalah Ikhtiar” kata Ustadz Das’ad Latif.
Selain itu juga dikatakan, apabila ada orang yang mengatakan vaksin yang diberikan itu belum sempurna, maka yang sempurna itu hanyalah Ciptan Allah SWT.
“Segala sesuatu kalau masih diciptakan oleh manusia, pasti tidak akan ada yang sempurna” ujarnya.
Baca Juga :Â Air Menipis, Petugas Berjibaku Padamkan 5 Ha Lahan Gambut Terbakar di Jalan Danau Indah Km. 6 Palangka Raya.
Ustadz Das’ad Latif juga mengajak dan jangan takut untuk di Vaksin, karena vaksin yang diberikan tersebut halal.
Kembali sambil melempar candaan, Ustadz Das’ad Latif mengatakan kepada Kapolda Kalteng bahwa masyarakat di Indonesia ini memang sedikit sulit diurus.
“Dulu waktu belum ada vaksin, minta divaksin, sudah ada vaksinnya dikatakan tidak halal, sudah dinyatakan halal, dibilang palsu, sudah dinyatakan asli, minta Presiden yang duluan disuntik, sudah di turuti, dibilang tidak masuk jarumnya, sudah jarumnya masuk, di bilang pencitraan” ucapnya.
Ia juga menambahkan, memang jadi Polisi itu sulit, selain menjaga Kamtibmas, Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat, kini Polisi juga disibukkan dengan menggalakkan sosialisasi vaksinasi.
“Semoga masyarakat Kalimantan Tengah sehat wal afiat, jangan takut di vaksin, apalagi vaksin itu gratis” tutupnya. [Red]














Discussion about this post