Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Perayaan Puncak Dies Natalis ke-62 Universitas Palangka Raya (UPR) yang digelar di Aula Rahan Lantai II Gedung Rektorat UPR, dan dihadiri oleh civitas akademika dan undangan kehormatan dari luar UPR.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan hari jadi UPR yang telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir dengan berbagai agenda akademik, ilmiah, olahraga, seni, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, menjadi momentum penting bagi UPR dalam menegaskan arah pembangunan institusi sebagai perguruan tinggi unggul di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Baca Juga : Dies Natalis ke-62, UPR Perkuat Kolaborasi
Dalam sambutannya, Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, menekankan bahwa perjalanan panjang UPR merupakan cermin dedikasi seluruh elemen kampus terhadap pembangunan sumber daya manusia.
“Dies Natalis tahun ini mengangkat tema unggul dalam inovasi, berkarakter dalam aksi, berdampak untuk negeri. Tema ini bukan sekadar semboyan, tapi merupakan arah perjalanan UPR dalam menetapkan masa depan,” katanya, Kamis, (27/11/2025).
Rektor juga menegaskan pentingnya menjaga karakter bangsa di tengah perubahan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi.
“Mahasiswa kita adalah mahasiswa generasi Z. Kita tidak bisa lagi berbicara seperti dulu, tetapi dengan perubahan zaman ini, karakter bangsa kita harus tetap kita jaga,” ungkapnya.
Terkait peran UPR bagi masyarakat, Rektor menegaskan, harus memberikan dampak nyata, terutama untuk pembangunan Bumi Tambun Bungai.
“UPR tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga harus menjadi dan memberi manfaat bagi masyarakat yang nyata, terutama di Provinsi Kalteng,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Kalteng.
Baca Juga : Rektor Salampak Tegaskan UPR sebagai Rumah Besar Inovasi pada Dies Natalis ke-62
“Kalau kita lihat hari ini nilai APK Kalteng baru 27,49%. Ini berarti anak-anak kita yang melanjutkan studi masih sedikit, terutama di pedesaan,” bebernya.
Pihaknya berharap, seluruh civitas akademika UPR tetap menjadi rumah pengetahuan yang unggul, inklusif dan berkarakter.
“Tidak hanya mencetak sarjana tetapi mencetak agen perubahan” tutupnya.














Discussion about this post