Kalteng Today – Palangka Raya, – Universitas Palangka Raya (UPR) melalui Program Pascasarjana (PPS), menggelar sidang promosi doktor (S3) terhadap mahasiswa program studi (Prodi) Doktor Ilmu Lingkungan PPS UPR.
Menurut Direktur PPS UPR, Prof. Dr. Ir. Yetrie Ludang, MP menyampaikan, pada sidang tertutup yang telah digelar pada hari Jumat 21 Agustus lalu, tim promotor telah selesai mengajukan berbagai pertanyaan kepada promovenda, Lusia Widiastuti.
“Kita sangat bersyukur, yang dimana saat sidang promosi doktor, ibu Lusi Widiastuti bisa secara lugas dan jelas mempresentasikan dan kemudian menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh para tim promotor atau penguji,” katanya kepada awak media, Selasa (25/8) sore.
Dirinya menjelaskan, secara aturan dalam pedoman yang berlaku di lingkungan PPS UPR, sebetulnya sebagai pimpinan sidang promosi doktor adalah Rektor, akan tetapi berhubung pada waktu yang bersamaan pimpinan sidang sekaligus pula Rektor UPR bapak Dr. Andrie Elia, SE., M.Si juga ada kegiatan yang penting dan tidak bisa ditinggalkan, sehingga didelegasikan kepada Sekretaris Sidang, yakni kepada dirinya.
Promovenda Lusia Widiastuti yang juga merupakan seorang Dosen di Fakultas Pertanian (Faperta) UPR, dalam kesempatan berharga tersebut mendapatkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,995 atau predikat sangat memuaskan, dengan masa tempuh studi selama 4 tahun.
Menurut keterangan Promovenda Lusia Widiastuti yang didampingi langsung oleh sang suami Friantoso SP mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, semangat, bimbingan dan motivasi, sehingga dirinya bisa menyelesaikan pendidikan doktor ilmu lingkungan di PPS UPR.
Baca Juga:Â Dewan Mura Ini Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Anak
“Secara pribadi, saya sangat berterima kasih kepada semua pihak, baik itu kepada orang tua, suami dan anak, dosen dan tim promotor, serta rekan-rekan angkatan 2016 dan angkatan di bawahnya, serta pihak lainnya yang telah secara setia memberikan dukungan, semangat, bimbingan dan motivasi kepada saya, sehingga saya sampai bisa menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Lingkungan di PPS UPR,” tutur Lusia.
Dirinya mengaku bahwa selama menempuh studi dan fokus penyelesaian tugas, Lusia kurang memberikan perhatian terhadap keluarga, dikarenakan kesibukannya terhadap tugas pekerjaan maupun target menyelesaikan studi doktornya tersebut.
“Melalui Disertasi ini, saya berharap bisa bermanfaat bagi semua pihak, baik itu untuk pengembangan keilmuan maupun bagi masyarakat secara umum tentunya,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post