Dalam tahap kedua ini, tim selain mendokumentasikan keindahan lanskap dan spesies endemik, juga merancang skema wisata alam yang aman, menarik, dan berkelanjutan.
Bukit Raya, dengan ketinggian 2.278 meter di atas permukaan laut, merupakan salah satu puncak tertinggi di Pulau Kalimantan dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), yang dikenal akan keanekaragaman hayati serta nilai konservasi yang tinggi.
Ia berharap agar tim memperoleh data yang tepat dan benar untuk kepentingan penelitian.
“Saya mendoakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, dan semua peserta kembali dalam keadaan selamat,” ungkapnya.
Koordinator kegiatan, Dr Renhart Jemi SHut MP menambahkan, hasil kajian ini akan menjadi dasar dalam menyusun Strategi Pengembangan Ekowisata Desa Tumbang Habangoi sebagai pintu masuk pendakian ke Bukit Raya.
“Strategi yang disusun ini, menyeimbangkan antara perlindungan kawasan hutan hujan tropis dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan wisata berbasis alam dan budaya,” tuturnya.
Baca Juga : Wamendiktisaintek Kunjungi UPR, Berikan Arahan Mengenai Kemandirian PTN-BLU
Yayasan Jaga Jantung Kalimantan, Berdodi Martin Samuel turut menyampaikan, Bukit Raya tidak hanya penting dari sisi keanekaragaman hayati, tapi juga sebagai kawasan yang memiliki nilai spiritual dan kearifan lokal tinggi.
“Strategi pengembangannya harus melibatkan masyarakat sejak awal,” ujarnya.
Dikatakan, laporan akhir kajian dan peta jalur pendakian akan dipublikasikan dalam bentuk dokumen rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah, serta sebagai bahan edukasi dan promosi wisata berkelanjutan. [Red]














Discussion about this post