Kalteng Today – Palangka Raya, – Universitas Palangka Raya (UPR) mengambil kebijakan untuk menyalurkan bantuan kartu perdana society yang berisikan 10 GB kepada sebanyak 6.048 mahasiswanya.
Rektor UPR, Andrie Elia Embang SE MSi langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada salah satu perwakilan mahasiswa yang dirasa patut untuk menerimanya.
Dirinya menyampaikan tujuan pembagian kartu perdana tersebut adalah untuk membantu beban mahasiswa dalam hal menuntut ilmu selama pandemi Covid-19.
Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa tuntutan kuliah secara daring tentu memakan cukup banyak biaya dan hak tersebut dirasa cukup membantu beban mahasiswa yang terdampak dan mengingat perekonomian masyarakat atau keluarga tidak stabil dalam keadaan seperti ini.
Adapun mahasiswa yang menerima bantuan kartu perdana tersebut ialah mahasiswa penerima Bidikmisi, ADIK Afirmasi dan penerima beasiswa 3T (Terjauh, Terluar dan Tertinggal) yang ada di UPR, ujarnya.
Mahasiswa sangat gembira menerima bantuan yang diberikan ini, sebab dirasa sangat membantu pihaknya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem daring.
Menurut Yosafat Sanni, salah satu mahasiswa penerima bantuan yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) UPR mengatakan dirinya sangat senang dengan bantuan kouta tersebut.
“Bantuan kuota 10 GB dari pihak kampus ini sangat baik, dimana kondisi pandemi covid-19 ini sangat menuntut mahasiswa, untuk mengerjakan semua tugas-tugas perkuliahan harus berbasis online,” ujar Yosafat yang juga Ketua dari Himpunan Mahasiswa Papua Palangka Raya itu.
Hal tersebut menurutnya membuat pihaknya selaku mahasiswa merasa betul susahnya untuk membeli kuota, terlebih lagi anjuran pemerintah yang menegaskan selalu mengutamakan sosial distancing atau di rumah saja, hingga mengakibatkan kiriman dari orang tua kepada merekapun sangat terbatas.
“Apalagi bagi kami sebagai mahasiswa perantau yang agak sulit untuk mengikuti proses perkuliahan karena tidak ada kuota internet,” tegasnya.
Pria yang akrab dengan sapaan Yosafat ini pun berharap kepada seluruh mahasiswa di UPR yang menerima kuota internet agar dapat menggunakannya betul-betul, terkhususnya hanya untuk keperluan perkuliahan dan tidak menggunakan untuk kebutuhan lain seperti main game dan lainnya.
Baca Juga:Â Kementrian Agama Terbitkan Aturan Kegiatan Keagaaman di Rumah Ibadah
“Sebab, masih banyak mahasiswa diluar sana yang membutuhkan tetapi kita dipilih, jadi jangan sia-siakan kuota internet untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, maka sekali lagi saya mewakili seluruh mahasiswa Afirmasi papua dan bidik misi mengucapkan terimakasih kepada bapak Rektor, atas bantuan kuota internet untuk kami dan kami akan memanfaatkan untuk menunjang tugas-tugas perkuliahan dengan baik,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post