Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Langkah yang telah dilakukan Bupati Barito Timur Drs Muhammad Yamin MBA, mengajukan usulan perbaikan jalan negara ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga ke Balai Jalan Nasional di Palangka Raya, menjadi sebuah bukti, bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur tidak menutup mata atas kerusakan jalan di ruas jalan utama lintas provinsi.
Baca Juga : Tak Sekadar Tambal Sulam, DPRD Kalteng Minta Rekonstruksi Total Jalan Tamiang Layang–Ampah
Hal itu juga diakui Wakil Bupati Bartim, Adi Mula Nakalelu SH, beberapa waktu yang lalu. Wabup bahkan juga mengaku bahwa Pemkab Bartim tak kurang melobi dari provinsi hingga pusat, mengenai upaya perbaikan jalan raya negara.
“Ke Pemprov Kalteng, kita katakan, bahwa jalan utama merupakan cerminan provinsi kita. Orang luar akan menilai bagaimana daerah kita. Terlihat dari sarana prasarana yang ada. Kalau jalan bagus, maka imej daerah juga akan terangkat,” ujar Adi.
Upaya keduanya sebagai pemimpin Bartim, terhadap peningkatan kualitas jalan negara maupun jalan provinsi pun mendapat dukungan dari warga masyarakat. Dan memang, kerusakan jalan raya utama di Bartim, yang menghubungkan dengan kabupaten serta provinsi tetangga, terpantau cukup memprihatinkan. Banyak lubang di tengah atau di pinggir aspal, yang kerap membuat para pengendara roda dua khususnya, nyaris celaka. Apalagi saat hujan menggenang, menutupi lubang tersebut.
Bahkan jalan raya di wilayah ramai yang menjadi lintasan antar kabupaten dan provinsi seperti Ampah pun, aspalnya kembali rusak. Arus dua arah kerap kali macet, apalagi jika di kiri kanan bahu jalan terparkir kendaraan roda empat atau lebih.
Baca Juga : Jalan Raya Negara di Ugang Atang dan Km 270 Kini Sudah Lebar dan Nyaman
“Coba lihat di Desa Simpang Naneng, Kecamatan Karusen Janang, contohnya. Beberapa titik berlubang parah, hingga kadang kita harus ekstra hati-hati kalau tak mau celaka. Bahkan mengendarai roda empat atau lebih pun, juga harus super pelan, sehingga jangan heran, antrian kendaraan sering mengular di sini,” komentar Hardi, salah seorang warga Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, tadi (Senin, 5/1/2026).
Senada dengan Hardi, beberapa warga net di media sosial seperti facebook, juga melontarkan dukungan pada apa yang dilakukan Pemkab. Meski ada pula, beberapa yang awam mengkritik keras tanpa tahu bahwa Bupati dan Wakil Bupati sudah memikirkan hal ini. Dan mereka juga tak tahu bahwa melakukan perbaikan dalam sebuah proyek, tak bisa dilakukan secara serta merta. [Red]














Discussion about this post