Bangkal Masuk ke Pos PT BAP
Eskalasi terbaru terjadi pada Senin, 21 September 2026.
Dalam aksi tersebut, masyarakat Desa Bangkal masuk ke area pos keamanan PT BAP.
Peristiwa itu menjadi perkembangan terbaru dari rangkaian perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kepastian mengenai realisasi plasma 20 persen.
Sementara Desa Rungau Raya juga masih menjadi bagian dari masyarakat yang memperjuangkan kepastian realisasi plasma, proses penyelesaian hingga kini belum menghasilkan kesepakatan final.
Dengan demikian, perkembangan terbaru tidak lagi tepat disebut sebagai aksi bersama empat desa.
Fokus perjuangan yang masih berlangsung saat ini berada pada Desa Bangkal dan Desa Rungau Raya, dengan aksi masuk ke area pos perusahaan pada 21 September dilakukan oleh masyarakat Desa Bangkal.
Titik Persoalan Masih Sama
Dari rangkaian aksi, perundingan, tawaran dana talangan hingga pembahasan rancangan berita acara, titik persoalan masih berada pada satu pertanyaan utama:
Bagaimana dan kapan kebun plasma 20 persen dari kebun inti PT BAP benar-benar direalisasikan untuk masyarakat?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini tidak hanya bergantung pada kesediaan perusahaan memberikan dana talangan, tetapi juga pada kepastian mekanisme, penetapan calon penerima, proses administrasi pemerintah daerah dan kesepakatan final seluruh pihak.
Baca Juga : Warga Bangkal Tutup Pintu Jakarta, Plasma 20 Persen Kembali Jadi Tuntutan Utama ke PT BAP
Sementara masyarakat masih menuntut kepastian, rancangan kesepakatan telah memuat jalur yang menghubungkan dana talangan dengan masa tunggu realisasi plasma.
Kini, yang ditunggu adalah apakah rangkaian perundingan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan final yang memiliki kepastian pelaksanaan.
Sebab bagi masyarakat Desa Bangkal dan Desa Rungau Raya yang masih memperjuangkan persoalan tersebut, persoalannya bukan lagi sekadar tentang adanya pertemuan atau tawaran dana bulanan.
Yang ditunggu adalah kepastian bahwa tuntutan plasma 20 persen yang selama ini diperjuangkan benar-benar berujung pada kebun plasma di lapangan. [Red]














Discussion about this post