Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bakti menjelaskan, jumlah pedagang yang berpartisipasi di berbagai titik lokasi Pasar Ramadan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Pasar Ramadan menjadi momentum bagi perkembangan ekonomi masyarakat. Dari tahun ke tahun, partisipasi pedagang terus meningkat dan ini menunjukkan geliat perekonomian di Kota Palangka Raya semakin tumbuh, baik dari sisi pelaku usaha maupun UMKM,” katanya kepada awak media, Selasa (24/2/2026).
Ia mengungkapkan, Ramadan tahun ini terdapat tujuh titik Pasar Ramadan yang tersebar di kota setempat di antaranya adalah kawasan depan SMA Negeri 1 Palangka Raya , halaman Gedung Juang, Pasar Datah Manuah, Masjid Shalahudin Universitas Palangka Raya, Pasar Kahayan, Masjid Al Husna, dan Masjid Kubah Kecubung.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Pasar Ramadan yang digelar di Pasar Datah Manuah Kota Palangka Raya yang beberapa waktu lalu secara resmi dibuka Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Baca Juga : 7 Titik Lokasi Pasar Ramadan 2026 di Palangka Raya Resmi Dibuka Selama Bulan Puasa
Pelaksana Pasar Ramadan Datah Manuah, Ngurah Putu menyampaikan bahwa tahun ini menjadi kali pertama Pasar Ramadan digelar di kawasan tersebut dengan konsep yang berbeda dan lebih modern dibandingkan lokasi lainnya.
“Pasar Datah Manuah hadir dengan konsep kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD. Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih tertata, nyaman, dan kekinian,” jelasnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Pasar Ramadan di Datah Manuah diyakini menjadi momentum awal kebangkitan UMKM. Para pelaku usaha didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memasarkan produk saat Ramadan.
Lebih Lanjut Ngurah Putu menuturkan Pemilihan Pasar Datah Manuah sebagai salah satu lokasi pasar Ramadan bukan tanpa alasan. Selain lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat, kawasan ini sebelumnya dikenal sebagai pasar mini dengan tingkat kunjungan yang belum optimal. Melalui momen Ramadan, pemerintah berupaya mengubah pola pengembangan pasar tanpa menghilangkan eksistensi pasar-pasar sebelumnya.
“Kami ingin membuka ruang baru yang sebelumnya belum pernah dimanfaatkan untuk Pasar Ramadan. Ini juga menjadi bentuk promosi bahwa Pasar Datah Manuah tidak hanya sebagai lokasi jual beli, tetapi juga sebagai ruang kreatif masyarakat,” tuturnya.














Discussion about this post