Kalteng Today – Sampit, – Menyusul meningkatnya trend positif terpapar wabah Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pemda setempat diminta untuk membatalkan seluruh kebijakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H. Rudianur, sebagai bentuk kekhawatiran terhadap generasi penerus bangsa berpotensi terpapar virus corona.
“Langkah ini harus diambil karena itu, saya minta agar Dinas Pendidikan segara mengevaluasi kembali aktivitas belajar tatap muka dikembalikan ke sistem daring,” katanya, Sabtu (14/11/2020) kepada kaltengtoday.com di Sampit.
Menurutnya ini untuk keselamatan anak dan peserta didik itu sendiri beserta dengan guru, jika tetap dipaksakan belajar tatap muka maka akan berpotensi terpapar Covid-19.
Desakan dari wakil rakyat ini setelah melihat langsung kegiatan di sekolah saat tatap muka, terutama saat bubar dari sekolah.
Dia menemukan sejumlah pelajar SMP di dalam Kota Sampit ternyata keluar dari gerbang sekolah justru berkumpul tanpa memperhatikan lagi protokol kesehatan.
“Tentunya ini sangat rentan menjadi klaster baru,” tegasnya.
Baca Juga :Â DPRD Kotim Segera Panggil Pemkab dan Kontraktor Proyek Multiyears
Politisi Partai Golkar ini sejak awal memang sudah menolak proses belajar tatap muka karena memang kondisinya tidak memungkinkan. Apalagi status masih berada di dalam zona merah. Selain itu peningkatan angka positif terus meningkat. [Red]














Discussion about this post