Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Upaya mewujudkan ruang digital yang aman dan ramah memerlukan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat tidak hanya mengandalkan peran pemerintah.
Baca Juga : Diskominfosantik Kalteng Edukasi Pelajar: Lawan Hoaks, Hindari Judi Online
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya saat membuka kegiatan Sosialisasi Literasi Digital di SMP Negeri 12 Palangka Raya, Selasa (5/8/2025).
Hendra menegaskan bahwa perkembangan ruang digital saat ini tidak sebanding dengan tingkat literasi digital masyarakat. Meski internet memberikan berbagai manfaat, tantangan besar juga muncul akibat rendahnya pemahaman masyarakat dalam memfilter informasi yang beredar.
“Kita semua menyadari bahwa ruang digital memberikan kemudahan, namun di sisi lain, rendahnya literasi digital menjadi ancaman tersendiri yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.
Oleh karena itu, pemerintah hadir melalui berbagai program sosialisasi untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar bersama-sama mendiseminasikan literasi digital.
Hendra menekankan pentingnya kecakapan dalam memilih dan mengkonsumsi konten yang tersedia di media digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Baca Juga : Dugaan Kasus Korupsi Proyek Jaringan Internet Mencuat di Lingkungan Diskominfo Seruyan
“Kita harus menjadi pengguna internet yang cerdas dan kritis terhadap informasi yang diterima,” tambahnya.
Hendra menyebutkan terdapat sekitar 143 juta pengguna media sosial aktif di Indonesia, atau setara 50,2 persen dari total populasi. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terhubung dengan dunia digital. Namun ironisnya, kesadaran akan pentingnya literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama,” jelasnya.
Dirinya juga menyoroti maraknya konten negatif yang beredar di media sosial. Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kunci strategis untuk menangkal dampak buruk dari sebaran informasi hoaks dan konten tidak sehat.
Baca Juga : Diskominfosantik Kalteng Laksanakan Bimtek PPID dan Pengelolaan SP4N-LAPOR Tahun 2025
“Kita harus mampu memilah, memilih, dan membaca informasi secara analitik agar terhindar dari misinformasi yang bisa merusak ekosistem digital,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dan guru di SMP Negeri 12 Palangka Raya dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan internet yang bijak dan bertanggung jawab serta mampu melindungi data pribadi dengan aman. [Red]














Discussion about this post