Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Masih di suasana Hari Jadi Kabupaten Katingan yang ke-23 Tahun, Sekretaris DPP Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, Candra Wardana mengkritik pemerintah pusat dan daerah.
Kritiknya terhadap eksekutif ataupun para birokrat yakni berkaitan dengan kelumpuhan akses jalan nasional dari Tumbang Samba menuju Katingan Hulu yang berdampak pada banyak sektor.
Baca Juga : Lohing Simon Serap Aspirasi Warga Gumas, Dorong Perbaikan Jalan dan Budidaya Kelapa Hibrida
Pemuda yang merupakan asli Katingan ini menilai, jalan yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan utara Katingan itu nyaris tak tersentuh perhatian dan anggaran.
“Hingga saat ini, jalan nasional dari Tumbang Samba ke Katingan Hulu lumpuh total. Pemerintah seolah menutup mata. Tahun 2025 bahkan tidak ada alokasi anggaran untuk kelanjutannya,” kata Candra kepada Kalteng Today melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/7/2025).
Dengan Kondisi yang memprihatinkan tersebut, menurutnya, telah merugikan masyarakat dan memicu lonjakan harga pangan dan komoditas lain karena terhambatnya distribusi barang.
Dan, membuat warga harus merogoh kocek dalam untuk transportasi, biaya taksi atau travel bahkan setara tiket pesawat ke Jawa.
“Mana keadilan pembangunan yang merata?… Kami di pelosok seperti dianaktirikan. Bahkan untuk pulang kampung, kadang harus tidur di jalan karena kondisi yang begitu parah,” ungkapnya.
Baca Juga : Anggota DPRD Gunung Mas Minta Pemda Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat
Candra berharap, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perayaan seremonial, tetapi berani bersuara dan mendesak pemerintah pusat agar infrastruktur vital segera dibenahi.
“Kalau memang serius ingin mendorong kemajuan daerah, mulai dari infrastruktur dulu. Ekonomi tidak akan bergerak kalau jalur distribusi mati total,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa akses jalan bukan sekadar kebutuhan fisik, tapi bagian dari keadilan sosial dan hak dasar masyarakat.
“Ketika jalur utama ke wilayah utara rusak parah, maka yang terdampak bukan hanya harga barang, tapi juga pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post