“Dari apa yang saya sampai untuk kedepan ini, ditengah pandemi Covid – 19 seperti ini, dan kita juga tidak bisa melepaskan diri dari keadaan ini, tetapi pertanyaannya apakah kita hanya sekedar duduk saja, atau hanya bekerja dirumah saja, dan kita tidak berupaya untuk kita menghadapi ini, tentu ini memang tantangan kita,” sebut Teras yang juga anggota DPD RI itu.
Pandemi Covid – 19 menurutnya hanyalah salah satu tantangan, namun kedepan ada banyak yang harus dipikirkan bersama oleh generasi Suku Dayak, seperti halnya revolusi industri 4.0 yang sudah berjalan.
“Sudah berjalan didepan kita, dan ini juga menjadi bagian yang harus kita hadapi. Kita tentu tidak bisa mengingkari kondisi ini dan pemerintah kita pin sedang berupaya untuk mengatasi kondisi ini. Salah satunya dalam menghadapi kondisi ini adalah dengan membangun lumbung pangan, dan kebetulan Kalteng dipercayakan menjadi program ini,” ungkapnya.
Suku Dayak tentu tidak bisa menghindar dari berbagai tantangan yang dihadapi tersebut, akan tetapi harus dihadapi dengan penuh percaya diri dan bersatu untuk kemajuan bersama.
“Saya sering mengatakan bahwa kita ini bagai hidup di satu rumah yang sudah tidak ada pintu dan jendela lagi, dan kita tidak bisa mengatakan maaf bahwa saya tidak bisa menerima mu (tantangan) dan itu tidak bisa lagi, sebab kondisi kita sekarang adalah sudah tidak ada batas lagi. Batas antara satu suku dengan suku yang lain, batas antara satu negara dengan negara lain, sebab ini yang harus kita hadapi,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post