Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Triwulan I 2026 ekonomi di Kalimantan Tengah (Kalteng) tumbuh positif sebesar 3,79 persen year on year.
Meski demikian diakui bahwa ada perlambatan jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada April 2025 sebesar 4,79 persen year on year.
Kinerja pertumbuhan ekonomi daerah ini, menurut Anggota DPD RI, Agustin Teras Narang bahwa masih sangat perlu didukung oleh sektor pertambangan yang mengalami peningkatan permintaan ekspor dari negara.
“Saya membaca informasi dari Perwakilan BI Kalteng baru-baru ini, dan melihatnya sebagai data penting untuk pemerintah dan semua pihak untuk mulai menata arah perekonomian Kalteng yang lebih inklusif,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Perekonomian yang inklusif dijelaskannya, memberi kesempatan kepada semua lapisan masyarakat, ruang dan kesempatan untuk berpartisipasi menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD H. Abdul Razak Hadiri Peresmian Gedung dan Masjid Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng
“Ekonomi daerah yang mampu mengurangi kemiskinan, serta memperkecil ketimpangan, dan membuka peluang kesempatan kerja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, desain kebijakan ekonomi daerah mesti sungguh digarap baik. Melibatkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terlebih masyarakat daerah itu sendiri.
“Saya mendukung arah bersama menjadikan pangan sebagai lumbung pangan dan energi. Saat menjadi Gubernur Kalteng, ini juga jadi agenda kerja yang saya selaraskan dengan dorongan pembangunan jalur rel kereta api sebagai sarana angkut sekaligus pengendalian atas kekayaan sumber daya alam Kalteng yang diangkut keluar dengan terukur sebagai penopang energi di berbagai tempat,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mengungkapkan, sudah beberapa dekade, masih banyak inovasi dan akselerasi yang perlu dilakukan untuk melakukan diversifikasi ekonomi, apalagi mendorong ekonomi yang inklusif dengan dampak pemerataan yang berkemanfaatan bagi rakyat.
“Saya berharap, berbagai agenda pemerintah pusat terkait energi dan pangan, sungguh dikerjakan secara berkesinambungan dengan pelibatan penuh pemerintah daerah serta dampak terukur yang dapat dirasakan semuanya,” tuturnya.
Teras Narang menerangkan, termasuk oleh pemerintah daerah, yang membutuhkan dukungan besar untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata serta terasa pada level masyarakat.
“Kalteng dengan kekayaan alamnya, mulai dari pertambangan hingga perkebunan sawit, harus tumbuh dalam semangat menghasilkan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan bagi semua,” ucapnya.
“Itulah indikator perekonomian yang paling menantang untuk dilakukan. Sebab banyak tarik ulur kepentingan, kewenangan, dan keberpihakan yang ada dalam tata kelolanya yang mesti diselaraskan pada semangat pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Teras Narang juga menyampaikan bahwa sangat mendukung hal tersebut, agar ada perbaikan tata kelola, selain juga dorongan hilirisasi sumber daya alam. Termasuk untuk hilirisasi sawit menuju penerapan B50, yang semoga lebih memberi manfaat besar bagi Kalteng.
“Saya mendukung langkah pemerintah dalam membangun kawasan lumbung pangan, namun juga mesti diingat dampak pertamanya harus dirasakan oleh masyarakat Kalteng. Jangan sampai seluruh agenda pembangunan nasional di Kalteng, justeru lebih dirasakan manfaatnya di luar Kalteng,” tambahnya.
Baca Juga : QRIS Salah Satu Cara Bank Indonesia Bantu Digitalkan UMKM
Teras juga menilai bahwa pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pengembangan sektor pangan dan energi di Kalteng untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta merata.
“Pemerintah pusat memainkan peran penting dalam hal ini, selain pemerintah daerah yang tentu punya keterbatasan kewenangan. Bangun konsistensi dan persistensi dalam menjalankan programnya agar masyarakat dapat merasakan dampaknya sendiri,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post