Kalteng Today – Puruk Cahu, – Pandemi virus corona di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) diakui sangat berdampak terhadap semua sendi – sendi kehidupan masyarakat baik sosial, ekonomi, terkhusus pelayanan masyarakat dibidang pendidikan dan kesehatan.
Wakil ketua komisi I DPRD Mura, Tuti Marheni mengatakan bahwa diketahui bersama kondisi ini sangat memberatkan bagi pelayanan kesehatan dan pendidikan, keluhan orang tua wali murid di daerah pedesaan sangat menyita perhatian, begitu juga keberadaan tenaga kesehatan.
“Metode tatap muka saat ini memang belum bisa dilaksanakan mengingat kondisi pandemi covid-19 saat ini, walaupun zona hijau di beberapa kecamatan namun kami apresiasi pemerintah pusat dan daerah untuk belum mengizinkan adanya proses belajar mengajar dengan tatap muka,” kata Politisi Nasdem ini, Selasa (4/7/2020).
Namun menurutnya Pemda Mura juga memberikan kebijakan pembelajaran daring dan luring saat ini, kebijakan ini diyakini akan menemui kendala karena infrastruktur jaringan serta kondisi masyarakat yang dirasa belum siap dengan metode tersebut.
“Jika kita berbicara di daerah Kecamatan Murung khususnya Kota Puruk Cahu masih bisa berjalan metode daring dan luring, yang jadi permasalahan adalah dengan desa desa yang ada di 9 kecamatan lainnya,” ungkap Anggota DPRD Mura dari Dapil II ini lagi.
Baca Juga :Â 318 Peserta CPNS Gumas 2019 Wajib Memilih Lokasi Ujian
Tuti Marheni berharap pemerintah bisa lebih tegas mengevaluasi kinerja guru – guru yang ada di desa, karena sampai saat ini metode luring diharapkan bisa dilakukan dengan metode jemput bola.
“Guru-guru khususnya yang PNS harus inovatif ditengah pandemi ini, dengan metode jemput bola dari rumah ke rumah siswa. sehingga murid murid SD di desa juga tetap mendapatkan pelayanan pendidikan seutuhnya seperti di daerah perkotaan,” harapnya lagi.
DPRD sangat berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis tidak tinggal diam terhadap kondisi ini, dan dapat segera melakukan evaluasi terhadap kinerja guru guru di desa. “Kami berharap ada pelayanan yang baik dan sama terhadap pendidikan di desa desa, agar masyarakat kita tetap produktif di tengah pandemi ini,” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post