Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah (TPHP Kalteng), Rendy Lesmana menegaskan, penerapan teknologi pascapanen modern menjadi faktor kunci dalam mendukung swasembada pangan nasional, khususnya di wilayah Kapuas.
Menurut Rendy, lahan pasang surut di Kapuas—terutama di wilayah Kapuas Hilir, Kapuas Kuala, Bataguh, Tamban Catur, dan Kapuas Timur—memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, karakteristik lahan yang secara berkala tergenang air kerap menjadi tantangan dalam proses panen, baik dari segi efisiensi waktu maupun tenaga.
Baca Juga : Rendy Lesmana: TPHP Kalteng Siap Pastikan Distribusi Pangan MBG Sesuai Standar Nasional
“Teknologi pascapanen menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan di Kalteng yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional,” kata Rendy kepada awak media, Kamis (17/7/2025).
Ia menekankan bahwa panen padi hibrida varietas Sembada dan Supadi seluas 3.800 hektare di tiga desa—Terusan Makmur, Terusan Karya, dan Terusan Mulya—menjadi momen penting bagi para petani. Produktivitas panen mencapai 6,5 ton per hektare, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5 ton per hektare.
“Kita harus berkolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Rendy juga mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Mari kita wujudkan swasembada pangan nasional dan membangun kemandirian daerah berbasis potensi lokal,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut penggunaan alat panen modern seperti Combine Harvester terbukti meningkatkan efisiensi waktu dan hasil panen.
Proses panen yang semula memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai dalam hitungan jam, serta mengurangi potensi kehilangan hasil (losses) hingga di bawah tiga persen.
Baca Juga : DTPHP Kalteng Perkuat Pemanfaatan Lahan Pekarangan
“Petani tidak lagi bergantung pada metode panen tradisional. Penggunaan teknologi pascapanen ini adalah langkah konkret menuju modernisasi pertanian dan kemandirian pangan nasional,” tutupnya.
Dinas TPHP Kalteng, lanjut Rendy, terus bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah kabupaten dalam pendampingan serta penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.
“Semoga bantuan Combine Harvester melalui APBN dan APBD Provinsi bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas padi di sentra-sentra pertanian Kapuas,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post