Kaltengtoday.com, Sampit – Jalan tanah perkebunan di Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, Senin (25/5/2026), kembali menjadi panggung panas konflik agraria yang belum juga menemukan ujung titik temu.
Ratusan massa dari Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) Kalimantan Tengah turun langsung ke lokasi yang mereka sebut sebagai obyek sengketa antara masyarakat desa Pantap dan PT Tapian Nadenggan.
Baca Juga :Â Menteri AHY Tanggapi Persoalan Konflik Agraria di Kalteng
Ketegangan terasa sejak awal
Kursi-kursi plastik disusun di bawah rindang sawit. Aparat kepolisian, unsur kecamatan, dan pihak perusahaan duduk dalam satu lingkaran. Di sekelilingnya, warga memadati lokasi.
Harapannya satu Kesepakatan Yang datang justru Kebuntuan
Pertemuan yang difasilitasi Camat Mentaya Hulu bersama Kapolsek Mentaya Hulu dan Kapolsek Telawang itu berlangsung alot. Massa meminta seluruh personel keamanan perusahaan ditarik dari lokasi sengketa.
Namun menurut koordinator aksi, pihak perusahaan tetap mempertahankan sikapnya. Security perusahaan, kata mereka, harus tetap berjaga.
Situasi mulai memanas bagi warga, persoalan ini bukan konflik yang muncul kemarin sore














Discussion about this post