Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Seluruh warga masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kemunculan Juru Parkir (Jukir) liar saat bulan Ramadhan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari.
“Biasanya juru parkir liar ini muncul di tempat-tempat pedagang takjil yang ramai pembeli dan menerapkan tarif parkir di atas ketentuan. Ini harus diwaspadai oleh warga Kota Palangka Raya,” katanya kepada awak media, Jumat (14/2/2025).
Tarif parkir resmi untuk kendaraan roda empat seharusnya sebesar Rp3.000 dan roda dua Rp2.000, namun, di beberapa titik, menurutnya ada saja oknum yang meminta tarif lebih tinggi hingga Rp5.000 untuk kendaraan roda empat.
Baca Juga : Jukir Di Palangka Raya Bungkus Helm Dengan Plastik Saat Hujan
“Salah satu wilayah yang sering menjadi pusat aktivitas saat Ramadan adalah kawasan Jalan Yos Sudarso. Wilayah ini masuk dalam kawasan kota dan sering menjadi titik keramaian, terutama di depan TVRI,” tutur politisi Partai Gerindra ini.
Maka dari itu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap membayar sesuai tarif yang telah ditentukan serta jika ada juru parkir yang meminta lebih dari tarif resmi, pemilik kendaraan berhak untuk menolak.
Lalu, ia meminta agar masyarakat cepat atau segera melaporkan oknum juru parkir tersebut ke Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya untuk ditertibkan.
“Kalau diminta lebih dengan cara dirayu, itu lain soal. Tapi kalau dipaksa, itu sudah berbeda dan bisa dikategorikan sebagai pemaksaan,” tegasnya.
Baca Juga : Nenie A Lambung Minta Dishub Kota Palangka Raya Tindak Tegas Jukir Liar
Ditekankannya juga bahwa praktik pemaksaan dalam penarikan tarif parkir tidak dapat dibenarkan, serta meminta Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan.
“Hal ini bertujuan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk menarik keuntungan secara tidak wajar dari tarif parkir. Pengawasan ketat harus dilakukan agar dapat menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan kota,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post