Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Tinggal di permukiman pinggir sungai, memang bukannya tak berisiko. Ancaman longsor sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Dan meski bukan abrasi berat, setidaknya pemasangan tanggul penahan longsor yang tebuat dari bebatuan dengan kerangkeng kawat di beberapa titik Desa Kupang Bersih, Kecamatan Pematang Karau, bisa jadi indikasi pernah terjadinya bahaya tersebut.
Hal itu juga diakui oleh Kepala Desa Kupang Bersih H Alfiansyah yang didampingi Sekretaris Desa Joni Setiawan, dalam obrolan ringan tadi (Rabu, 1/10/2025) di kantor desa setempat. Mereka mengatakan, bahwa siring penahan tersebut memang sudah dibuat sebagai antisipasi kelongsoran yang lebih berat.
“Namun sebetulnya, yang kami usulkan pada pihak Pemkab Bartim adalah siring permanen. Ya memang lebih mahal biayanya, tapi lebih dijamin keawetannya. Kalau hanya bebatuan yang dikurung anyaman kawat seperti itu, kita khawatir suatu saat akan jebol. Berapa lama sih ketahanannya? Mengingat sifat kawat yang bisa berkarat,” ungkap Kades H Alfiansyah.
Baca Juga : Tanah Longsor Timbun 4 Pekerja Tambang Emas di Kapuas Tengah
Menurut mereka, pengusulan siring sudah diajukan pada beberapa kali Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) hingga Musrenbang tingkat kabupaten. Tapi sampai saat ini, mereka masih menunggu sinyal jawaban dari usulan mereka.
“Apalagi di saat musim penghujan, di mana volume air bisa berlipat-lipat dan jadi ancaman. Kita jadi ketar-ketir. Oleh sebab itulah, kami berharap, usulan penyiringan permanen bisa dikabulkan Pemkab Bartim melalui instansi terkaitnya, “ imbuh Kades. [Red]














Discussion about this post