Kaltengtoday.com, Entertainment – Harus diakui, suksesnya lima seri Rurouni Kenshin (Samurai X) besutan sutradara Keisi Ohtomo, menjadi penyentak perhatian publik pada koreografi pertarungan yang apik dan akhirnya jadi epik.
Tak lagi seperti di era-era sebelumnya yang kaku dan baku dengan gerakan permainan pedang para Samurai konservatif, namun Kenshin bertarung dengan gaya yang cepat, terarah dan nyaris tak melewatkan sisi kosong.
Beda dengan film-film China yang hampir 90% tak berubah gaya fighting nya, atau Korea yang menonjolkan unsur realis dan gerakan Taekwondo. Jepang membangun sebuah paradigma baru dalam gaya perkelahian di film-filmnya.
Baca Juga :Â Setelah 15 Tahun, Film 3 Idiots Comeback & Dirumorkan Tayang 2026
Ini bisa menjadi sebuah sinyal bahwa di samping bersaing secara ekonomi dalam produk barang, Jepang berinovasi dalam industri hiburan setelah Hongkong sempat merajai pasar Asia, berikut China alias Tiongkok Daratan.
Tanpa harus mengeluarkan energi ekstra untuk mengungguli rivalnya, komoditas perfilman Jepang telah memiliki resep baru dalam produk film actionnya. Dan ini yang membuat action Jepang, kini punya pangsa pasar yang kuat. [Red]














Discussion about this post