Kaltengtoday.com, Taniang Layang – Jika sebelum terjadinya pemekaran desa di Kabupaten Barito Timur, Gumpa dan Matarah masihlah bagian dari desa induk yang bisa dibilang pelosok, maka kini dua bekas dusun tersebut telah mulai banyak menunjukkan perubahan paska menjadi desa.
Keduanya berada di Kecamatan Dusun Timur, dan resmi menjadi desa sejak tahun 2010 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Barito Timur Nomor 14 Tahun 2007 yang merupakan keterkaitan dari Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.
Baca Juga :Â Ketua DAD Kotim Harap RJ Jadi Jalan Damai Sengketa Sebabi : Jangan Sampai Muncul Masalah Baru
Dulu, melintasi Gumpa dan Matarah memerlukan tantangan tersendiri. Apalagi saat musim hujan. Di mana jalannya becek dan licin karena hanya jalan tanah. Apalagi Matarah yang merupakan lintasan Jl Eks Pertamina.
Kini, pandangan tentang Gumpa dan Matarah sudah jauh berubah. Selain dibangun jalan-jalan alternatif yang menghubungkan keduanya dengan desa-desa di luar, bahkan jalan yang lebih singkat menuju Taniang Layang, ibukota Bartim, infrastruktur lainnya pun sudah dibangun mempercantik wajah desa.
Beberapa vlogger lokal yang menyuguhkan konten jalan-jalan, sering menyuguhkan pemandangan di Desa Gumpa yang sekarang sudah dihampari jalan mulus. Baik dari aspal maupun cor beton.
Baca Juga :Â Satreskrim Polresta Palangka Raya Ringkus Pembobol Rumah Jalan Garuda XII
“Sudah cukup lengkap. Selain kantor desa, ada Pustu, pasar dan lain-lain sehingga gerak keseharian masyarakat pun terdukung, ” komentar Gafur, salah seorang fotografer dan vlogger asal Bartim.
Senada dengan Gafur, Tino, salah seorang warga Taniang Layang, yang ditemui tadi (Rabu, 13/5/2026) juga mengakui dengan kendaraan roda empat di musim hujan pun, rute ke Matarah dan Gumpa kini bisa dilalui dengan mudah. [Red]














Discussion about this post