“Untuk survey sendiri jarak dari setiap calon juga tidak jauh berbeda. Semuanya masih berpeluang karena sekarang ini belum terlihat full gerakan dari calon ditambah rekomendasi partai yang belum turun,”kata Gumarang, kepada kaltengtoday.com, Sabtu (27/6/2020) di Sampit.
Menurutnya dengan kondisi ini, wakil yang diambil akan berpengaruh dalam menyumbang dan menentukan kemenangan. Posisi ini pasti sangat berpengaruh untuk menambah kekuatan, tinggal bagaimana apakah ini akan terwujud atau tidak.
“Kondisi kemuculan paslon sekarang ini memang membuat dinamika politik di Kotim mulai terwarnai setelah sebelumnya sempat meredup akibat tahapan Pilkada di tunda karena Pandemi Covid-19,” ujar Gumarang.
Ia menambahkan, kondisi putaran pilkada kali ini, berbeda dengan pilkada sebelumnya, semuanya belum bisa ditebak bagaimana akhirnya nanti, apakah paslon yang sudah menetapkan berpasangan sekarang masih bersama atau justru sebaliknya karena bisa saja terbentur dengan rekom partai.
“Itu kita lihat nanti lah, untuk sekarang kondisinya masih dinamis dan sulit ditebak, yang jelas kita masyarakat harus bersama-sama memantau geliat politik di daerah sebagai upaya mensukseskan pemilukada 2020, sehingga menghasilkan pemimpin yang terbaik diantara yang baik,” ujar Gumarang.
Ditambahkannya kemenangan dapat diraih, apabila memperhatikan kekuatan 5 mesin politik di pilkada, diantaranya pertama mesin partai, kedua mesin pigur ketiga kesediaan kekuatan logistik, keempat kualitas kompetensi mesin tim sukses beserta kualitas managerialnya dalam mengelola strategi pemenangan dan kelima tidak bermasalah dengan hukum dan tidak cacat moral. [Red]














Discussion about this post