Karena gabungan dua partai itu sudah mendapatkan 10 kursi melebihi dari jumlah minimum.
Halikinoor dan Parimus juga begitu, jika dua partainya mendukung sudah pasti dapat maju karena PDI Perjuangan punya 7 kursi dan Demokrat ada 5 kursi.
Namun Halikinoor, masih harus berebut dukungan dengan sejumlah kader PDIP lainnya yang namanya sempat masuk dalam bursa pilkada Kotim.
Diantaranya Ferry Khaidir, Mariani Sabran, Alexius S Litter, Modifka Latifah Munawarah dan Ahmad Yani yang secara keseluruhan merupakan Kader dari Partai PDI Perjuangan besutan Megawati Soekarno Putri.
Ferry Khaidir sendiri juga sebelum pandemi Covid-19, terlihat aktif dan gencar melakukan sosialisasi kesejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sementara untuk paslon Rudini dan Jhon Krisli, diketahui hingga sampai saat ini baru partai PAN yang kuat memberikan sinyal dukungan, selain karena Rudini adalah Kader Partai juga sebagai Ketua DPC PAN Kotim, kemudian PAN memiliki 6 Kursi di Lembaga Legislatif.
Artinya pasangan calon ini sedikitnya harus menambah 2 kursi partai politik lainnya untuk memenuhi syarat dukungan 8 kursi di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Baca Juga:Â Sinyal Jhon Krisli Dampingi M.Rudini Darwan Ali di Pilkada Kotim Semakin Kuat
Sedangkan untuk jalur independen atau perseorangan pasangan Yoyo Sugeng Triyogo bersama Rusmadi Abdullah, berkas dukungan terhadap mereka masih akan menunggu hasil verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim yang dimana setelahnya baru dinyatakan lolos sebagai peserta Pilkada.
Terkait hal itu, Pengamat Sosial dan Politik, Gumarang, mengatakan ia melihat jika peluang semua calon yang muncul saat ini sama. Karena semuanya punya kekuatan dan wilayah masing-masing dan tidak ada yang terlalu menonjol.














Discussion about this post