Peternak – Kalteng Today https://kaltengtoday.com/tag/peternak/ Dinamis Lengkap Terpercaya Tue, 05 Nov 2024 10:05:44 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.4.9 https://kaltengtoday.com/wp-content/uploads/2021/01/cropped-KaltengToday-x-03-1-32x32.png Peternak – Kalteng Today https://kaltengtoday.com/tag/peternak/ 32 32 Peternak Sapi Diminta Dewan, Hendaknya Buatkan Tali Keluh https://kaltengtoday.com/peternak-sapi-diminta-dewan-hendaknya-buatkan-tali-keluh/ https://kaltengtoday.com/peternak-sapi-diminta-dewan-hendaknya-buatkan-tali-keluh/#respond Tue, 05 Nov 2024 10:05:44 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=145683 Kaltengtoday.com, Kuala Kurun – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas meminta dengan masyarakat selaku peternak hewan, secara khusus untuk pemeliharaan sapi dan anjing, agar tidak berkeliaran serta tidak mengganggu pengguna jalan umum. “Guna mencegah hewan peliharaan berkeliaran di jalan umum, masyarakat secara khusus peternak hewan hendaknya membuatkan kandang, supaya masyarakat yang melintas […]

The post Peternak Sapi Diminta Dewan, Hendaknya Buatkan Tali Keluh appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengtoday.com, Kuala Kurun – Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas meminta dengan masyarakat selaku peternak hewan, secara khusus untuk pemeliharaan sapi dan anjing, agar tidak berkeliaran serta tidak mengganggu pengguna jalan umum.

“Guna mencegah hewan peliharaan berkeliaran di jalan umum, masyarakat secara khusus peternak hewan hendaknya membuatkan kandang, supaya masyarakat yang melintas di jalan jadi tidak terganggu ketika melalui jalan,” ujar Anggota DPRD Gumas Celsius Aprianus, Selasa (5/11/2024).

Baca Juga : Dosen UPR Berdayakan Peternak Ikan Desa Tuwung Melalui Teknologi Pakan Ikan Mandiri

Menurut Politisi Gerindra ini menyatakan, karena hewan yang sering dikunjungi di jalan umum itu biasanya anjing, ayam, sapi dan kucing. Sehingga, para pengguna jalan akan terganggu apabila kehadiran daripada hewan tersebut. Bahkan, karena terkejut pelintas kadang-kadang menjadi korban.

“Tidak jarang masyarakat yang terkejut langsung menabrak hewan tersebut, alhasil masyarakat pelintas lah yang menjadi korban akibat hewan yang melintas di jalan umum,” ujarnya.

Baca Juga : Bakal Bupati Kapuas, Wiyatno Ingin Kembangkan Sektor Pertanian dan Peternakan

Dia berharap, dengan pemilik hewan peliharaan agar bisa menyadari akan keselamatan daripada nyawa para pengguna jalan umum. Maka kalau bisa untuk hewan seperti sapi diberikan tali keluh, begitu juga untuk anjing diberikan rantai.

“Harapan kita untuk hewan seperti sapi kalau bisa diberikan tali keluh, lalu untuk anjing diberi rantai supaya tidak berkeliaran, termasuk ayam juga kalau bisa dibuatkan kandang,” pungkas dia. [Red]

The post Peternak Sapi Diminta Dewan, Hendaknya Buatkan Tali Keluh appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/peternak-sapi-diminta-dewan-hendaknya-buatkan-tali-keluh/feed/ 0
Pesona Kampung Air dan Kerbau Rawa di Juru Banu https://kaltengtoday.com/pesona-kampung-air-dan-kerbau-rawa-di-juru-banu/ https://kaltengtoday.com/pesona-kampung-air-dan-kerbau-rawa-di-juru-banu/#respond Tue, 16 May 2023 08:23:01 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=117002 Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Ada beberapa desa di Kabupaten Barito Timur yang berada di wilayah perairan. Bagi orang luar Kalimantan, pemandangan di desa seperti ini menjadi eksotisme tersendiri. Salah satu dari tiga desa itu, adalah Juru Banu, di Kecamatan Paju Epat. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan […]

The post Pesona Kampung Air dan Kerbau Rawa di Juru Banu appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Ada beberapa desa di Kabupaten Barito Timur yang berada di wilayah perairan. Bagi orang luar Kalimantan, pemandangan di desa seperti ini menjadi eksotisme tersendiri. Salah satu dari tiga desa itu, adalah Juru Banu, di Kecamatan Paju Epat.

Berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan, di satu hamparan perairan teramat luas, Juru Banu menjadi desa di Bartim yang mempunyai satu benang merah karakteristik budaya dengan kedua kabupaten tetangga tersebut. Oleh sebab itu, hampir seluruh penduduk di sini adalah Suku Banjar. Berbeda dengan desa lain yang merupakan Suku Dayak Maanyan, Lawangan, atau Bakumpai.

Baca juga : Pengajuan Berkas Bacaleg PDI-P Dinyatakan Diterima dan Lengkap Oleh KPU Bartim

“Mayoritas kami berprofesi sebagai nelayan sungai. Istilah Bahasa Banjarnya : Maiwak. Dan ikan-ikan sungai menjadi komoditas ekonomi warga, yang menghidupi turun temurun. Untuk beralih ke profesi lain agak sulit lantaran geografisnya memang perairan. Paling yang berbeda dari nelayan sungai, adalah peternak kerbau rawa,” tutur Kepala Desa Juru Banu, Amrullah, saat dikunjungi media ini beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menjelaskan bahwa belum lama berselang, para nelayan sungai ini mendapatkan bantuan dari perusahaan. Dengan bantuan tersebut, diharapkan baik produktifitas juga hasil tangkapan akan lebih maksimal.

Bagi para pemburu gambar di bidang fotografi, perairan serta obyek lain di Desa Juru Banu kerap menjadi sumber inspirasi. Antara lain di jembatan kayu panjang menuju desa, serta kerbau rawa yang berenang dan berjemur.

“Agak susah kalau mencari dengan sengaja. Tak tahu kenapa, mereka biasanya muncul justru secara tanpa kita perkirakan. Kerbau-kerbau rawa ini unik. Bukan hanya habitatnya lebih di air, tapi juga bergerombol. Tak bisa ‘bersolo karir” seperti halnya kerbau biasa
Dan secara bisnis, mereka sangat menguntungkan. Satu ekor bisa mencapai Rp40.000.000 bahkan ada yang sampai Rp80.000.000,” papar Gafur, salah satu fotografer senior di Bartim tadi (Selasa, 16/05/2023).

Baca juga : Cepat Tangani Robohnya Tembok Kantor Bupati Bartim, Tim dan Satu Unit Eksavator Diturunkan

Hewan mamalia yang memiliki moyang berasal dari Thailand ini, memiliki nama latin Bubalus Bubalis Carabenesis. Beratnya bisa mencapai 600 kilogram bagi yang dewasa. Tentu saja tumpukan dagingnya bisa dibayangkan dengan berat sebesar ini.

Seperti yang dikatakan penduduk Juru Banu, dagingnya biasa disuguhkan pada acara-acara sosial keagamaan seperti Hari Raya Idul Adha. Sedangkan di negara lain, susunya bisa dijadikan keju ataupun Mozarella. Tertarik memelihara? [Red]

The post Pesona Kampung Air dan Kerbau Rawa di Juru Banu appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/pesona-kampung-air-dan-kerbau-rawa-di-juru-banu/feed/ 0
Para Peternak Ini Tetap Semangat Dengan Komitmennya https://kaltengtoday.com/para-peternak-ini-tetap-semangat-dengan-komitmennya/ https://kaltengtoday.com/para-peternak-ini-tetap-semangat-dengan-komitmennya/#respond Wed, 09 Mar 2022 09:32:55 +0000 https://kaltengtoday.com/?p=81217 Kaltengtoday.com – Tamiang Layang – Beberapa pegiat peternakan skala kecil di Kabupaten Barito Timur,.mengaku tak kecil hati manakala proposal permohonan bantuan bibit mereka ditolak Pemkab Bartim melalui organisasi perangkat daerah terkaitnya. “Sudah dua kali. Tahun 2020 dan tahun 2021. Dan tahun 2022, kami putuskan, sudahlah. Tidak usah saja. Sepertinya kami juga akan mengalami ketidakberhasilan lagi. […]

The post Para Peternak Ini Tetap Semangat Dengan Komitmennya appeared first on Kalteng Today.

]]>
Kaltengtoday.com – Tamiang Layang – Beberapa pegiat peternakan skala kecil di Kabupaten Barito Timur,.mengaku tak kecil hati manakala proposal permohonan bantuan bibit mereka ditolak Pemkab Bartim melalui organisasi perangkat daerah terkaitnya.

“Sudah dua kali. Tahun 2020 dan tahun 2021. Dan tahun 2022, kami putuskan, sudahlah. Tidak usah saja. Sepertinya kami juga akan mengalami ketidakberhasilan lagi. Jadi kami terus saja melanjutkan apa yang kami rintis. Sebab kami sudah berkomitmen untuk menseriusi usaha peternakan,” tutur Tyo, salah seorang pengurus Kelompok Ternak Erai Dunia, Desa Rodok, ketika ditemui sedang membuat kolam semen tadi (Rabu, 9/3).

Sama seperti Tyo, Rudolf S, petani yang juga merintis usaha kolam, menuturkan bahwa lebih baik dia dan kelompoknya, Maju Makmur, saat ini, menekuni usaha masing,-masing dulu.

“Kami patah arang. Sudah dua kali juga tak mendapat jawaban dari dinas. Padahal proposal kami sudah ditandatangani kepala desa dan camat. Kalau punya Pak Tyo dan kelompoknya, itu malah sudah dapat paraf Bupati. Tetap saja tidak goal. Malah kelompok lain di luar kecamatan yang kami dengar dapat bantuan…Ya sudahlah. Kami pusing memikir soal itu. Lebih baik seperti sekarang ini. Beli bibit ikan, seberapa yang mampu kita beli. Kadang seratus ribu, bahkan kadang lima puluh ribu,” tuturnya.

Beberapa pembudidaya ikan maupun ternak lain seperti ayam, yang proposalnya ditolak itu, seperti enggan menjawab terus terang, apakah mereka kecewa atau tidak. Sebab kata itu sendiri secara langsung tidak terucapkan dari mulut mereka.

Baca juga : Ternak Sakit Milik Peternak, Ditangani Dispertan

Namun satu hal perlu disaluti, mereka melampiaskan kegagalan tersebut, dengan membangun kolam dan kandang ayam sendiri, semampu mereka. Tanpa mau menggerutu berkepanjangan. Sementara mungkin ada yang malah berbalik arah, saat permohonan bantuan lewat proposal mereka tak mendapat tanggapan.

Baca juga : Ternak Sakit Milik Peternak, Ditangani Dispertan

“Hanya satu hal yang kami minta. Kalau memang anggarannya terbatas ya katakanlah yang sebenarnya. Dan kriteria apa saja atau mana saja pada kelompok yang akan mendapat bantuan. Sehingga orang-orang seperti kami ini bisa menahan diri untuk tidak mengajukan bantuan. Tapi sudahlah. Toh yang penting sekarang kami terus berusaha sendiri. Moga-moga saja berhasil dengan baik,” ujar Tyo menambahi.[Red]

The post Para Peternak Ini Tetap Semangat Dengan Komitmennya appeared first on Kalteng Today.

]]>
https://kaltengtoday.com/para-peternak-ini-tetap-semangat-dengan-komitmennya/feed/ 0