Kalteng Today – Sampit, – Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menegaskan air hujan yang menggenangi rumah warga disebabkan oleh banyaknya drainase yang tersumbat.
Handoyo menyebutkan seperti di kawasan Kecana Baamang misalnya banyak parit atau drainase yang tidak berfungsi lagi.
Baik itu akibat menyempit karena banyaknya bangunan yang menutupi, ditambah lagi tertutup sampah yang dibuang secara sembarangan.
“Bahkan ada juga yang tersumbat karena rumput yang tidak pernah dibersihkan secara rutin,” katanya, Sabtu 24 Oktober 2020.
Menurut Handoyo seharusnya banjir akibat air hujan di dalam Kota Sampit ini tidak perlu lagi terjadi, apalagi sudah ada sejumlah saluran induk yang dibuat dengan biaya besar seperti di Tjilik Riwut,A Yani dan MT Haryono.
Namun tampaknya itu masih saja terjadi, harusnya saluran-saluran menuju ke saluran induk itu dibersihkan secara rutin, apalagi kita bisa menebak kapan memasuki musim penghujan.
“Ini masuk musim penghujan tidak mampu diatasi, kami minta agar permasalahan ini jadi perhatian instansi terkait, salah satunya Dinas PUPR,” tandasnya. [Red]














Discussion about this post