Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pembangunan yang manfaatnya betul-betul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertama, yang ingin terus di di di dorong olehnya dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk memudahkan akses bagi masyarakat dan distribusi barang.
Baca Juga : Â Sugianto Sabran : FBIM Kalteng Semakin Inovatif dan Kreatif
Kemudian juga melakukan renovasi Bundaran Besar dan Mahir Mahar, merencanakan Ruang Terbuka Hijau, kawasan Water Front City Sungai Kahayan, dan Sebangau Park, untuk menjadi ikon dan daya tarik wisata dan ke dua hal ini tentunya mendukung tumbuhnya perekonomian daerah.
“Kedua, penguatan sektor perkebunan dan pertanian untuk membangun kemandirian pangan dan perekonomian daerah, diantaranya melalui Program Strategis Nasional Food Estate, Optimasi Lahan Rawa, program Shrimp Estate Udang Vaname, dan pembangunan pabrik pengolahan beras dan pabrik pakan untuk hilirisasi,” ujarnya, Senin (20/5).
Lalu, kemudian untuk yang ke tiga yakni pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan, untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Kalteng yang unggul dan berdaya saing, sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan ke depan yang makin berat, seperti globalisasi, digitalisasi, bonus demografi, dan juga kita menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga : Â H. Sugianto Sabran Buka Kalteng Ramadan Festival 1445 H
“Keempat, Pemprov berkomitmen dalam bidang pendidikan, baik melalui peningkatan sarana prasarana maupun beasiswa. Dalam 3 (tiga) tahun terakhir, bantuan sosial pendidikan atau beasiswa meningkat signifikan. Tahun 2024 ini dianggarkan sekitar Rp 153,5 Miliar lebih, melalui program TABE (Tabungan Beasiswa Berkah). Selain itu, kami juga merencanakan pembangunan Sekolah dan Universitas Unggulan,” terangnya.
Lebih lanjut, untuk yang ke lima berkaitan dengan kesehatan, percepatan penurunan stunting harus di prioritaskan bersama, agar anak-anak, SDM masa depan, dapat tumbuh kembang dengan baik.
“Stunting ini harus ditangani secara terpadu, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. Revitalisasi Posyandu di wilayah desa perlu dilakukan, sebagai garda terdepan pencegahan stunting. Peran semua unsur desa tentu penting, baik Kepala Desa, Kader Posyandu, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun lainnya,” terangnya lagi.
Kemudian keenam, fokus lainnya yaitu meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan. Untuk itu, Pemprov Kalteng membangun RSUD Kelas B di Hanau, sehingga khususnya masyarakat di wilayah barat tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Palangka Raya untuk mendapatkan layanan perawatan rujukan.
Selain itu, bekerja sama dengan RS Jantung Harapan Kita, RSUD Dr. Doris Sylvanus sudah mampu melaksanakan operasi bedah jantung, sehingga masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu ke luar daerah.
“Ketujuh, pengembangan sektor koperasi dan UMKM agar naik kelas juga perlu mendapat perhatian, karena merupakan salah satu pilar perekonomian daerah dan nasional. Pemprov Kalteng telah melakukan berbagai upaya, baik melalui bantuan kemudahan permodalan, promosi, maupun pembinaan pelaku UMKM,” jelasnya.
Baca Juga : Â Sugianto Sabran di Daulat Menjadi Anggota DSDAN
Terakhir, mengenai listrik, memang ditargetkan seluruh Desa di Kalteng 100 persen teraliri listrik di tahun 2026, tapi semakin cepat tentu semakin baik. Untuk itu, langkah percepatan harus kita upayakan dan dukung bersama.
Gubernur berharap hendaknya momentum ini dapat di jadikan untuk memperkuat semangat persatuan, bekerja keras bersama, sesuai bidang kita masing-masing, menggerakkan pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kalteng.
Sebagai informasi, APBD Kalteng Tahun 2024 ini menyentuh Rp 8,79 Triliun lebih, naik 2 (dua) kali lipat lebih dibanding awal kepemimpinan pada tahun 2016, yakni Rp 3,43 Triliun lebih. Kemudian, capaian indikator makro pembangunan tahun 2023 juga membaik, antara lain perekonomian mulai bangkit pasca pandemi, angka pengangguran dan kemiskinan turun.[Red]














Discussion about this post