Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim menyampaikan, SMPN 1 setempat meminta dibangunannya gedung baru dan pustakawan untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Dari hasil kunjungan kami, pihak sekolah menyampaikan aspirasi agar pemerintah bisa membangun gedung baru yang lebih representatif,” katanya kepada awak media, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga : DPRD Kotim Minta Evaluasi DAK Fisik Pendidikan: Banyak Proyek Lambat, Mutu Bangunan Dipertanyakan
Ia menyebutkan, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan pendidikan menengah pertama yang lebih modern.
Dalam kunjungan Komisi III ke SMPN 1 Palangka Raya dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan sekaligus menggali informasi terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
“Aspirasi terkait pembangunan gedung baru menjadi perhatian utama karena kondisi sarana yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan kegiatan belajar yang terus berkembang di era digitalisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah membutuhkan ruang tambahan agar kegiatan belajar lebih nyaman dan efektif.
“Selain itu, tantangan zaman semakin kompleks sehingga fasilitas pendidikan juga harus terus menyesuaikan,” terangnya.
Pihaknya menilai, pembangunan gedung baru nantinya akan memberikan dampak baik bagi peningkatan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti kondisi perpustakaan sekolah di SMPN 1 Palangka Raya yang saat ini telah meraih akreditasi A. Akan tetapi hingga kini, perpustakaan tersebut belum memiliki tenaga pustakawan khusus yang bertugas mengelolanya.
“Perpustakaan di sana sudah berstatus akreditasi A, tapi belum ada tenaga pustakawan yang secara khusus mengurus dan mengembangkan layanan perpustakaan,” jelasnya.
Baca Juga : Hj. Mariani Soroti Pendidikan Inklusif: Anak Berkebutuhan Khusus Jangan Terpinggirkan di Desa
Ia menilai, keberadaan pustakawan sangat penting untuk meningkatkan minat baca siswa serta memastikan pengelolaan koleksi buku berjalan maksimal. Sebab, jika tanpa adanya pustakawan, fungsi perpustakaan tidak akan optimal meski fasilitasnya sudah baik.
“Pemerintah perlu segera mengangkat atau menempatkan tenaga pustakawan di setiap SMP agar kegiatan literasi di sekolah bisa berjalan lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post