Kaltengtoday.com, Sampit – Suara musik tradisional dan tepuk tangan siswa bergema di halaman SMK Teknologi Kotawaringin Sampit, Jumat, 22 Mei 2026. Satu per satu pelajar tampil percaya diri di atas panggung, menampilkan pidato dua bahasa, tari daerah, pantun, hingga seni karungut yang menjadi ciri budaya Kalimantan.
Di balik kemeriahan itu, sekolah tersebut tengah menunjukkan satu pesan penting: pendidikan tidak hanya soal belajar di dalam kelas, tetapi juga tentang membangun keberanian, karakter, dan kemampuan komunikasi generasi muda.
SMK Teknologi Kotawaringin Sampit kembali mendorong penguatan kemampuan siswa melalui kegiatan kerja sama pendidikan yang difokuskan pada pengembangan public speaking, literasi media, dan kreativitas pelajar. Kegiatan itu disambut antusias oleh guru maupun siswa yang terlibat langsung dalam seluruh rangkaian acara.
Pengawas SMK Herliani, M.Pd menilai kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan kini menjadi kebutuhan penting bagi pelajar SMK di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Anak-anak sekarang harus memiliki keberanian berbicara, mampu menyampaikan ide, dan memiliki rasa percaya diri. Itu menjadi bekal penting ketika mereka masuk ke dunia kerja maupun kehidupan sosial,” ujarnya, Jum’at 22 Mei 2026 di Sampit.
Baca Juga : Mengenang Perjalanan Vidi Aldiano: Deretan Karya Abadi yang Mewarnai Industri Musik Indonesia
Menurutnya, sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu mengasah kemampuan komunikasi dan kreativitas.
Hal senada disampaikan Kepala SMK Teknologi Kotawaringin Sampit Moh Khoiri, M.Pd. Ia mengatakan sekolah ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih aktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan bijak menggunakan media. Kemampuan komunikasi sekarang menjadi bagian penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” katanya.
Saat ini, SMK Teknologi Kotawaringin Sampit memiliki 86 siswa dengan berbagai kegiatan pengembangan diri yang terus didorong pihak sekolah. Tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, sekolah juga mulai memperkuat kemampuan non teknis siswa agar lebih siap menghadapi persaingan di masa depan.
Kemeriahan acara semakin terasa ketika para siswa mulai menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ada yang membawakan pidato Bahasa Inggris dengan penuh percaya diri, ada pula yang tampil membawakan pantun daerah hingga seni silat gabungan yang memancing tepuk tangan para tamu undangan.
Bagi para guru, penampilan itu bukan sekadar hiburan. Setiap siswa yang tampil dianggap sedang belajar membangun mental, keberanian, dan kemampuan tampil di depan publik.
Baca Juga : Diduga Ada Pergeseran Minat dan Tren, Studio Musik Bahkan Festivalan di Bartim Kini Sepi
Di tengah perkembangan era digital yang terus bergerak cepat, sekolah berharap siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkembang menjadi generasi muda yang kreatif, komunikatif, dan memiliki karakter kuat.
Melalui kegiatan seperti ini, SMK Teknologi Kotawaringin Sampit mencoba menunjukkan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membentuk generasi yang mampu beradaptasi, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman. [Red]














Discussion about this post