Perdebatan pun meluas, dengan sebagian netizen menyerukan boikot, sementara yang lain mengajak publik untuk melihat inovasi ini sebagai fase awal yang masih bisa dikembangkan.
Selain Legenda Bertuah, TRANS7 juga memperkenalkan program lain berbasis AI bertajuk Cahaya Hati. Jika Legenda Bertuah fokus pada dunia legenda dan dongeng Nusantara, Cahaya Hati mengangkat tema religi yang dikemas dengan pendekatan modern. Dua program ini menjadi penanda seriusnya stasiun televisi swasta lokal dalam mengeksplorasi penggunaan AI di dunia penyiaran.
Menanggapi kontroversi tersebut, pihak TRANS7 melalui akun resmi @officialtrans7 menyampaikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa Legenda Bertuah bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia sepenuhnya, melainkan sebagai eksperimen kreatif agar konten televisi tetap relevan di tengah perubahan teknologi. Menurut TRANS7, sentuhan budaya Indonesia tetap menjadi fondasi utama, sementara AI digunakan sebagai alat bantu untuk eksplorasi visual dan storytelling.
Baca Juga : IOH Manfaatkan AI untuk Hadang Spam dan Scam, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia
Terlepas dari pro dan kontra, kehadiran Legenda Bertuah menandai babak baru dalam industri televisi Indonesia. Tayangan ini membuka diskusi penting soal batas antara inovasi teknologi dan nilai artistik, sekaligus menguji sejauh mana publik siap menerima perubahan cara bercerita di layar kaca.
Apakah sinetron AI akan menjadi future trend atau justru hanya fenomena sesaat, waktu yang akan menjawabnya. Menurut kalian gimana?[Red]














Discussion about this post