Selain gugatan terhadap 6 orang warga sebabi tersebut, dalam rangkaian perkara yang lebih luas, PT. Binasawit Abadi Pratama (BAP) juga telah menggugat Damang Kepala Adat Kecamatan Telawang Yustinus Saling Kupang, Kepala Desa Sebabi Dematius, dan anggota DPRD Kotawaringin Timur Parimus dalam perkara perdata lainnya nilainya gugatannya mencapai 104 Miliar.
“Ya, kami tahu itu, ya kan kami lagi memediasi dengan perusahaannya, doakan yang terbaik ya. Makasih ya,” kata Agustiar.
Kalimat singkat itu menjadi bagian paling penting dari kunjungan Gubernur ke Kecamatan Telawang hari ini. Sebab, pemerintah provinsi kini secara terbuka menyatakan sedang membuka jalur mediasi dengan perusahaan.
“Silk Road” di Tengah Dua Kabupaten
Jika konflik Sebabi dan PT BAP dilihat dari peta persoalannya, ini bukan lagi perkara satu desa.
Perkara adat Takian Petak sejak awal melibatkan masyarakat Desa Sebabi di Kotawaringin Timur dan Desa Bangkal di Kabupaten Seruyan. Majelis Kerapatan Mantir Basara Hai bahkan dibentuk untuk menangani sengketa lintas wilayah kabupaten tersebut berdasarkan SK yang ditanda tangani oleh Agustiar Sabran selaku Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng.
Di satu sisi ada masyarakat yang membawa persoalan tanah dan hak adat ke forum Basara Hai, sementara di sisi lain ada perusahaan yang kemudian memilih menggunakan instrumen hukum perdata dengan menggugat pihak-pihak yang terlibat.
Baca Juga : Tenggat Putusan Adat Berakhir, Akses 1.607 Hektare Lahan PT BAP Dipasangi Portal
Di tengah dua jalur tersebut, pemerintah provinsi mencoba membuka jalan ketiga yaitu mediasi.
Di sinilah kunjungan Agustiar ke Telawang dapat dibaca sebagai semacam “Silk Road” atau Jalur Sutra yang menghubungkan kembali pemerintah, warga dan perusahaan ketika jalur konflik sudah bercabang ke berbagai arena.
Bukan untuk menggantikan putusan pengadilan, bukan pula untuk mengambil alih kewenangan lembaga adat maupun Pengadilan Negeri. Tetapi mungkin lebih tepatnya untuk memastikan konflik yang melibatkan warga Kotim dan Seruyan tidak terus bergerak menuju eskalasi baru dikemudian hari.














Discussion about this post