Kalteng Today – Sampit, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.Hambaring Hurung Kotim yang masih stagnan dan tidak memiliki kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) padahal sudah satu tahun dibentuk dan dilantikan baik Komisaris dan Direkturnya.
“Satu tahun setelah dilantik BUMD PT.Hambaring Hurung Kotim masih belum terlihat kiprahnya dalam peningkatan kinerja. hal ini terjadi karena kelemahan – kelemahan di tataran pimpinannya, dalam pengelolaan dan kreativitas untuk mampu mandiri dan bersinergi,” Kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotim Hj Darmawati, Minggu (9/8/2020).
Menurutnya BUMD sebagai lembaga yang menjadi perpanjangan tangan di daerah, harus mampu berdiri sendiri dengan baik.
Dan BUMD juga harus menjadi ujung tombak dalam peningkatan PAD, Karena BUMD memiliki jangkauan perluasan pasar yang tak terbatas, dengan demikian juga memiliki potensi keuntungan tak terbatas pula.
“Hingga saat BUMD kita belum memberikan dampak positif dalam peningkatan PAD, padahal mereka bisa bergerak di bidang jual beli buah kelapa sawit milik petani lokal, Dengan begitu maka akan ada perbaikan harga ditingkat petani, dan juga dapat mensejahterakan mereka,” ucap Darmawati.
Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan dengan adanya BUMD dibidang jual beli buah kelapa sawit maka hasil dari petani warga akan tertampung. Karena selama ini keluhan petani menjual hasil kelapa sawit itu kepada perusahaan dengan kondisi harga yang tidak pernah stabil.
“Kami meminta pemerintah daerah dapat mengivaluasi kenerja BUMD, dan dapat segera membuka peluang di bidang jual beli, maka dengan cara ini upaya cepat pemerintah bisa hadir ditengah persoalan petani kelapa sawit saat ini, terutama disegi harga tidak pernah setabil,” ujar Darmawati.
Baca Juga:Â DPRD Mura Minta Agar Hak-Hak Karyawan Yang di PHK Dapat Diperhatikan
Dirinya juga menambahkan kalau memang BUMD ingin maju maka harus dikelola oleh kalangan profesional. Sehigga bisa jadi andalan pemerintah kabupaten untuk menambah PAD, karena semangat dibentuknya BUMD itu adalah untuk menambah hasil pendapatan daerah Kabupaten Kotim ini.
“Dibentuknya BUMD tersebut untuk menambah PAD kita, tetapi bukan justru sebaliknya hanya sekedar berharap penyertaan modal saja, dan tidak bisa menambah pendapatan untuk daerah ini,” Pungkasnya. [Red]














Discussion about this post