Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Membludaknya jumlah durian yang beredar di pasaran, rupanya juga merupakan tanda-tanda berakhirnya musim si buah nikmat nan berduri ini. Setidaknya demikian menurut beberapa pedagang buah durian yang ditemui tadi (Selasa, 7/1/2024) di kisaran Ampah, Kecamatan Dusun Tengah dan sekitarnya.
Menurut Murhan, warga Desa Rodok, akibat banjir durian saat ini, menyebabkan harga turun drastis. Dan biasanya kalau sudah overload jumlah seperti sekarang, tak lama lagi jumlah buah di pohon akan semakin berkurang.
Baca Juga :Â Warga Sungai Perlu Usulkan Pembangunan Jalan Sandurian
“Di sini paling tinggi, kita bisa menjual Rp20 ribu. Lebih dari itu sulit. Beda dengan awal bulan November – Desember 2024 kemarin. Tapi panen durian sekarang ini kualitasnya terbilang bagus. Jarang sekali buah yang buruk,” katanya.
Bagi kebanyakan orang, durian memang menggiurkan, meski beresiko bagi yang mengidap penyakit seperti darah tinggi. Bahkan di UPTD Puskesmas Ampah tadi, ada beberapa pasien yang terpaksa menginap lantaran keasyikan makan buah ini.
Baca Juga :Â Mulai Banjiri Palangka Raya, Yuk Pilih Durian Kasongan Atau Muara Teweh
Untuk yang memilih jalur aman, daging-daging durian yang agak sedikit cacat atau masam, dimanfaatkan sebagai tempoyak. Selain punya fungsi sebagai jenis masakan khas Kalteng, tempoyak juga menjadi solusi membuat harga durian yang diawetkan ini menjadi bernilai ekonomi tinggi. [Red]














Discussion about this post