“Penolakan yang terjadi saat ini bukan hanya sekedar penolakan. Ada banyak aspek termasuk soal distribusi keadilan yang dipandang tidak tepat dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ditegaskannya, perlu dilakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap penduduk wilayah transmigran agar perasaan akan kesenjangan sosial dapat diatasi dengan baik dan kondusif.
“Selain tentu agar dilakukan kebijakan pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan terhadap baik transmigran lokal maupun penduduk lokal di Pulau Kalimantan,” tuturnya.
Transmigran, menurutnya adalah agenda cukup baik dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Namun bila salah kelola dan menimbulkan sentimen kesenjangan sosial dan kesenjangan perilaku, maka hal ini bisa menimbulkan masalah sosial dalam mencapai tujuan besarnya.
“Program transmigrasi mesti segera dibenahi dengan semangat yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan semua pihak di wilayah transmigrasi. Pendekatan multi dimensi, termasuk lewat pengakuan hak tanah masyarakat adat,” sebutnya.
Selain itu, kemudahan sertifikasi tanah masyarakat lokal, hingga agenda pembangunan sosial khusus bagi warga lokal di sekitar kawasan transmigrasi, harus menjadi bagian penting di dalamnya.
Baca Juga : Agustin Teras Narang Soroti RUU Tentang Provinsi Kalteng
Jadi, ia berpandangan, bukan soal segregasi sosial, melainkan integrasi sosial yang berdampak pada penguatan NKRI yang lebih terasa dan terwujud nyata.
“Masyarakat lokal maupun masyarakat adat, saya apresiasi atas kesadaran berdemokrasinya. Sekaligus saya ajak untuk tetap menampilkan kearifan dalam memperjuangkan aspirasi, serta keinginan untuk mendapatkan keadilan,” terangnya lagi.
Ia mengajak untuk semua pihak dapay menunjukan kualitas serta kearifan lokal yang selalu mengedepankan semangat huma betang, semangat persatuan dalam keragaman.
“Sembari itu, mari tetap berupaya terciptanya semangat membangun dan memberdayakan kehidupan yang berkeadilan, berkepastian, berkemanfaatan, dan berkesejahteraan bagi masyarakat asli setempat. Kita berharap bukan hanya sekedar janji, kita harapkan wujud nyatanya,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post